← Beranda
5 Tips Mengenali Rekan Kerja yang Toxic Menurut Psikologi, Apa Saja?
Rabbany WanadrianiRabu, 13 Mei 2026 | 01.23 WIB
Ilustrasi bos yang toxic. (Freepik)

JawaPos.com - Lingkungan kerja, hubungan dengan rekan kantor, hingga sikap atasan ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kondisi mental seseorang, meskipun hal tersebut sering kali tidak disadari.

Sebaliknya, keberadaan rekan kerja yang bersikap toxic dapat menurunkan semangat kerja, merusak kerja sama tim, bahkan berdampak buruk pada kesehatan mental.

Perilaku toxic di tempat kerja umumnya muncul secara perlahan dan sering kali dilakukan dengan cara yang halus, sehingga sulit dikenali sejak awal.

Melansir Times of India, berikut lima tanda untuk mengenali rekan kerja toxic berdasarkan sudut pandang psikologi.

1. Mereka selalu berperan sebagai korban

Rekan kerja toxic menggambarkan diri mereka sebagai korban, disalahpahami, diperlakukan tidak adil, atau dibebani secara tidak adil.

Mereka tidak pernah bertanggung jawab atas tindakan sendiri, mudah menyalahkan orang lain, dan berperan sebagai korban.

Menurut psikologi, perilaku ini berasal dari kebutuhan untuk mengalihkan tanggung jawab dan memanipulasi simpati orang lain.

2. Mereka suka gosip dan drama

Rekan kerja yang beracun memanfaatkan drama kantor dan menggunakan gosip sebagai senjata.

Psikologi mencatat bahwa gosip dapat menjadi bentuk agresi tidak langsung, cara untuk merusak reputasi seseorang tanpa konfrontasi langsung.

Perilaku ini dapat meracuni dinamika tim, menyebarkan ketakutan, dan menciptakan budaya ketidakpercayaan.

3. Mereka menyindir dengan halus

Rekan kerja yang beracun sering merasa iri terhadap orang lain dan mereka secara halus meremehkan potensi dan prestasi orang lain.

Ketika tidak menyukai seseorang, mereka secara halus menyindir orang lain.

Psikologi menyebut ini sebagai perilaku pasif-agresif, cara untuk mengekspresikan permusuhan tanpa konfrontasi langsung.

4. Mereka memanipulasi orang lain dengan pesona

Tidak semua rekan kerja toxic terang-terangan negatif, beberapa dari mereka sangat menawan, menyenangkan, dan bahkan menarik.

Ini juga merupakan bentuk manipulasi untuk mengendalikan orang dan bagaimana mereka berperilaku.

Mereka mungkin menyanjung atasan, memanfaatkan kemurahan hati orang lain, atau memainkan peran berbeda tergantung pada audiensnya.

5. Mereka menguras energi Anda

Secara psikologis, orang-orang yang membuat Anda merasa lelah secara mental dan emosional sering disebut sebagai vampir emosional.

Orang-orang ini menuntut waktu, energi, dan tenaga emosional Anda tetapi jarang menawarkan dukungan sebagai balasannya.

Seiring berjalannya waktu, berinteraksi dengan mereka dapat membuat Anda merasa stres, cemas, atau bahkan terkuras secara fisik.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho