← Beranda
Orang yang Memilih Kereta Api daripada Pesawat Terbang Biasanya Memiliki 6 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi
Irfan Ferdiansyah• Selasa, 28 April 2026 | 18.16 WIB
seseorang yang lebih memilih kereta api. (Freepik/rawpixel.com)

 

 

JawaPos.com - Di era modern yang serba cepat, pesawat terbang sering dianggap sebagai pilihan utama untuk bepergian jarak jauh. Waktu tempuh yang singkat dan efisiensi menjadi alasan utama banyak orang memilih moda transportasi ini. Namun, tidak sedikit orang yang justru lebih memilih kereta api—meskipun waktu perjalanan lebih lama.

Pilihan ini ternyata bukan sekadar soal harga atau aksesibilitas. Dalam perspektif psikologi, preferensi terhadap moda transportasi dapat mencerminkan aspek tertentu dari kepribadian seseorang. Orang yang cenderung memilih kereta api dibandingkan pesawat biasanya menunjukkan sejumlah karakteristik psikologis yang unik.

Dilansir dari Expert Edito, terdapat enam ciri kepribadian yang sering ditemukan pada mereka.

1. Menikmati Proses, Bukan Hanya Tujuan

Orang yang memilih kereta api umumnya lebih menghargai perjalanan itu sendiri, bukan hanya hasil akhirnya. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan orientasi process-oriented mindset.

Mereka menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan, suara rel, hingga interaksi kecil dengan sesama penumpang. Bagi mereka, perjalanan bukan sekadar berpindah dari titik A ke B, tetapi pengalaman yang utuh.

Sebaliknya, orang yang sangat fokus pada efisiensi biasanya lebih memilih pesawat karena ingin “cepat sampai”.

2. Lebih Reflektif dan Introspektif

Perjalanan kereta yang cenderung lebih lama memberikan ruang untuk berpikir. Orang yang nyaman dengan kondisi ini biasanya memiliki kecenderungan reflektif.

Mereka menikmati waktu sendiri untuk merenung, membaca, atau sekadar memikirkan hidup. Dalam psikologi kepribadian, ini sering dikaitkan dengan tingkat self-awareness yang lebih tinggi.

Kereta menjadi semacam “ruang meditasi berjalan” bagi mereka.

3. Tingkat Kesabaran yang Lebih Tinggi

Tidak semua orang nyaman dengan perjalanan panjang. Memilih kereta menunjukkan kemampuan untuk menunda kepuasan dan menerima proses yang lebih lambat.

Kesabaran ini merupakan bagian dari kontrol diri (self-control), yang dalam banyak penelitian dikaitkan dengan stabilitas emosional dan kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik.

Orang seperti ini tidak mudah tergesa-gesa dan cenderung lebih tenang menghadapi situasi.

4. Lebih Terhubung dengan Lingkungan

Berbeda dengan pesawat yang “memutus” kita dari lingkungan sekitar, kereta memberikan pengalaman yang lebih membumi. Penumpang bisa melihat perubahan lanskap, kota, desa, hingga aktivitas manusia sepanjang jalur.

Orang yang menyukai ini biasanya memiliki tingkat environmental awareness yang lebih tinggi. Mereka lebih peka terhadap lingkungan, menghargai detail kecil, dan sering memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap dunia di sekitar mereka.

5. Cenderung Menghindari Stres Tinggi

Bandara sering kali identik dengan antrean panjang, pemeriksaan ketat, dan tekanan waktu. Sebaliknya, stasiun kereta cenderung lebih santai dan minim tekanan.

Orang yang memilih kereta biasanya memiliki preferensi terhadap lingkungan yang lebih tenang dan terkendali. Mereka mungkin tidak menyukai situasi dengan tekanan tinggi atau terburu-buru.

Dalam psikologi, ini bisa berkaitan dengan kebutuhan akan low-stimulation environment untuk menjaga keseimbangan emosi.

6. Lebih Romantis dan Nostalgis

Ada sesuatu yang klasik dan emosional dari perjalanan kereta: suara roda di rel, pemandangan senja dari jendela, hingga nuansa perjalanan yang terasa “hidup”.

Orang yang tertarik pada pengalaman ini sering memiliki sisi romantis dan nostalgia yang kuat. Mereka menghargai momen, kenangan, dan pengalaman yang memiliki nilai emosional.

Bagi mereka, perjalanan bukan sekadar fungsi, tetapi cerita.

Memilih kereta api daripada pesawat bukan hanya soal preferensi praktis, tetapi juga bisa mencerminkan bagaimana seseorang memandang hidup. Apakah mereka terburu-buru atau menikmati proses, mencari efisiensi atau pengalaman, semuanya tercermin dalam pilihan kecil seperti ini.

Tentu saja, ini bukan aturan mutlak. Setiap orang bisa memiliki alasan berbeda dalam memilih moda transportasi. Namun, dari sudut pandang psikologi, pilihan tersebut sering kali memberikan gambaran menarik tentang kepribadian seseorang.

Jadi, jika kamu termasuk orang yang lebih memilih kereta api, mungkin kamu adalah tipe yang sabar, reflektif, dan tahu cara menikmati perjalanan hidup—secara harfiah maupun makna yang lebih dalam.***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti