← Beranda
Tanpa Disadari, 11 Sikap Bos yang Tidak Bijaksana Ini Bisa Membuat Karyawan Terbaik Sekalipun Mengalami Kelelahan
Zulfa Putri HardiyatiJumat, 24 April 2026 | 13.38 WIB
Tanpa Disadari, 11 Sikap Bos yang Tidak Bijaksana Ini Bisa Membuat Karyawan Terbaik Sekalipun Mengalami Kelelahan (SHUTTERSTOCK)

JawaPos.com - Dalam dunia kerja, banyak orang mengira bahwa alasan utama karyawan resign adalah gaji, beban kerja, atau kurangnya keseimbangan hidup. Namun faktanya, faktor terbesar justru sering datang dari atasan itu sendiri.

Cara seorang bos memimpin, berkomunikasi, dan mengambil keputusan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan mental karyawan.

Sayangnya, masih banyak pemimpin yang tanpa sadar menerapkan pola kerja yang tidak sehat. Alih-alih memotivasi tim, sikap-sikap ini justru membuat karyawan merasa tertekan, tidak dihargai, dan pada akhirnya mengalami burnout.

Berdasarkan artikel dari YourTango berjudul “11 Hal Tidak Bijaksana yang Dilakukan Para Bos Membuat Karyawan Terbaik Pun Merasa Sangat Kelelahan” oleh Zayda Slabbekoorn (04 April 2026), berikut perilaku bos yang perlu diwaspadai:

1.      Terlalu sering mengawasi pekerjaan (micromanaging)

Pengawasan berlebihan membuat karyawan merasa tidak dipercaya. Alih-alih membantu, hal ini justru menciptakan tekanan dan suasana kerja yang tidak nyaman.

2. Menganggap rekan kerja sebagai “keluarga”

Konsep ini terdengar positif, tetapi sering kali membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi kabur. Akibatnya, karyawan bisa merasa terikat secara tidak sehat.

3. Terus mengubah deskripsi pekerjaan

Ketika tanggung jawab terus bertambah tanpa kejelasan, karyawan akan merasa dimanfaatkan dan kewalahan dengan beban kerja yang tidak terkontrol.

4. Menetapkan standar yang tidak realistis

Ekspektasi yang terlalu tinggi dan tidak masuk akal hanya akan membuat karyawan stres dan merasa gagal, meskipun sudah berusaha maksimal.

5. Tidak menambah tenaga kerja saat dibutuhkan

Alih-alih mencari solusi, beban kerja justru dilimpahkan ke tim yang sudah kelelahan. Hal ini mempercepat terjadinya burnout.

6.  Bersikap meremehkan karyawan

Ketika ide atau pendapat diabaikan, karyawan akan merasa tidak dihargai dan kehilangan motivasi untuk berkembang.

7. Semua tugas dianggap “mendesak” (ASAP)

Memberi label darurat pada semua pekerjaan menciptakan tekanan konstan dan membuat karyawan sulit mengatur prioritas.

8. Mengharapkan lembur hingga malam dan akhir pekan

Kurangnya batas antara waktu kerja dan waktu pribadi membuat karyawan kehilangan waktu istirahat yang penting bagi kesehatan.

9. Membebani tim secara berlebihan

Beban kerja yang terus meningkat tanpa dukungan memadai adalah salah satu penyebab utama kelelahan kerja.

10. Membuat karyawan merasa bersalah saat mengambil cuti

Alih-alih mendukung, bos justru menciptakan rasa bersalah. Padahal, cuti adalah hak yang penting untuk pemulihan energi.

11. Menghambat kreativitas

Lingkungan kerja yang kaku dan tidak terbuka terhadap ide baru membuat karyawan merasa terkekang dan tidak berkembang.

Pada akhirnya, kepemimpinan yang baik bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang bagaimana memperlakukan manusia di balik pekerjaan tersebut. Karyawan yang merasa didukung, dihargai, dan dipercaya cenderung lebih produktif dan loyal.

Sebaliknya, sikap bos yang tidak bijaksana, meski terlihat sepele, bisa berdampak besar dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting bagi setiap pemimpin untuk lebih reflektif dan membangun lingkungan kerja yang sehat, agar karyawan terbaik tidak justru menjadi yang pertama pergi.

EDITOR: Hanny Suwindari