JawaPos.com – Orang Jepang dikenal memiliki umur panjang yang menjadi perhatian dunia.
Berbagai kebiasaan sederhana dalam budaya Jepang diyakini menjadi kunci utama kesehatan mereka.
Secara psikologi, rutinitas harian yang teratur terbukti memberi dampak positif bagi pikiran dan tubuh.
Tidak hanya soal makan sehat, kebiasaan-kebiasaan ini mencakup hampir seluruh aspek gaya hidup.
Baca Juga: 8 Kebiasaan Orang yang Selalu Tenang Menurut Psikologi, Begini Kendalikan Emosi Lewat Mindfulness
Dilansir dari laman YourTango pada Senin (20/4), dijelaskan tujuh kebiasaan orang Jepang yang tingkatkan kesehatan dan umur panjang menurut Psikologi.
1. Mandi air hangat setiap hari
Jepang memiliki lebih dari 3.000 kawasan sumber air panas yang tersebar di seluruh negeri.
Pemandian umum sangat lazim ditemukan di kota-kota besar, dan hampir setiap rumah memiliki bak mandi.
Mandi air hangat secara rutin terbukti mampu meningkatkan kesehatan kardiovaskular tubuh. Air hangat membantu otot-otot yang tegang menjadi lebih rileks secara menyeluruh.
Tekanan air dalam bak mandi juga meningkatkan metabolisme tubuh serta membantu pembuangan racun.
Tubuh yang mengapung di air mengurangi tekanan pada tulang dan otot secara signifikan.
Kondisi ini bermanfaat untuk meredakan nyeri punggung dan ketegangan pada area bahu.
Penurunan suhu tubuh setelah mandi hangat juga terbukti membantu meningkatkan kualitas tidur.
2. Menjaga kebersihan lingkungan secara rutin
Kebersihan bukan sekadar rutinitas bagi orang Jepang, melainkan bagian dari gaya hidup mendalam.
Nilai-nilai Shintoisme mengajarkan pentingnya kemurnian dan kebersihan sejak usia dini.
Orang Jepang dibesarkan dengan pemahaman bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kolektif.
Lingkungan yang bersih terbukti secara ilmiah mengurangi tingkat stres dan meningkatkan fokus.
Membersihkan rumah setiap hari membantu mengurangi debu dan alergen penyebab gangguan pernapasan.
Disinfeksi permukaan secara berkala juga mencegah penyebaran berbagai penyakit menular.
Ruangan yang bersih dan rapi menciptakan ketenangan mental serta mengurangi rasa cemas.
Aktivitas membersihkan tempat tinggal sendiri merupakan bentuk olahraga ringan yang menyehatkan jantung.
3. Senam Radio Taiso setiap pagi
Radio Taiso adalah rangkaian gerakan senam ringan yang dilakukan setiap pagi di Jepang.
Senam ini pertama kali diciptakan pada tahun 1928 untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jepang.
Gerakannya mencakup peregangan seluruh tubuh, lengan, kaki, lutut, hingga putaran lengan.
Senam ini terdiri dari 13 jenis gerakan yang dilakukan secara berkesinambungan tanpa jeda panjang.
Gerakan beruntun ini memberikan efek kardio sekaligus peregangan layaknya sesi yoga singkat.
Berbagai kelompok usia mulai dari anak-anak hingga lansia dapat melakukannya dengan mudah.
Olahraga ringan yang dilakukan setiap hari terbukti berdampak signifikan pada kesehatan jangka panjang.
Aktivitas ini juga melepaskan endorfin yang membantu melawan depresi dan kecemasan sehari-hari.
4. Bangun pagi dan terpapar sinar matahari
Orang Jepang secara tradisional memiliki kebiasaan bangun sebelum matahari terbit setiap harinya.
Paparan sinar pagi hari membantu mereset jam biologis tubuh agar selaras dengan ritme alami.
Ritme sirkadian yang terjaga dengan baik berkontribusi langsung pada kualitas tidur yang lebih dalam.
Cahaya pagi merangsang kewaspadaan otak sehingga fungsi kognitif menjadi lebih optimal sepanjang hari.
Bangun lebih awal memberi waktu lebih banyak untuk mempersiapkan diri tanpa tekanan waktu.
Kondisi ini secara langsung mengurangi tingkat stres di awal hari secara berarti.
Waktu pagi yang lapang juga memungkinkan seseorang menyantap sarapan bergizi dengan tenang.
Pola makan yang dimulai dengan sarapan baik cenderung menjaga kualitas asupan gizi sepanjang hari.
5. Mengonsumsi makanan khas Jepang
Makanan Jepang diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tahun 2013.
Pola makan tradisional Jepang umumnya terdiri dari satu sup dan tiga lauk pendamping. Nasi sebagai makanan utama memberikan sumber karbohidrat yang cukup bagi tubuh.
Ikan dan produk kedelai menyediakan protein tinggi beserta berbagai vitamin dan mineral penting.
Makanan fermentasi seperti miso dan natto dikenal efektif meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.
Kandungan omega-3 dari ikan yang dikonsumsi secara rutin sangat baik untuk kesehatan jantung.
Tingginya kandungan serat dan sayuran dalam menu ini membantu mengontrol berat badan secara alami.
Rendahnya konsumsi makanan olahan dalam pola makan ini dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes.
6. Minum matcha setiap hari
Matcha adalah teh hijau bubuk yang dibuat dari daun teh utuh yang digiling halus.
Karena menggunakan daun utuh, kandungan nutrisinya jauh lebih tinggi dibanding teh biasa.
Matcha kaya akan mineral seperti kalsium, serat pangan, dan antioksidan kuat bernama katekin.
Konsumsi matcha secara rutin berkorelasi dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan sindrom metabolik.
Senyawa L-theanine dalam matcha terbukti meningkatkan fokus tanpa menyebabkan rasa gelisah berlebihan.
Antioksidan dalam matcha bekerja melawan radikal bebas penyebab peradangan dan penuaan dini.
Kandungan matcha juga dapat sedikit meningkatkan laju metabolisme dan membantu manajemen berat badan.
Konsumsi rutin matcha juga dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol LDL dalam darah.
7. Mendaki gunung secara rutin
Jepang memiliki banyak pegunungan, dan aktivitas mendaki menjadi kebiasaan tersendiri bagi masyarakatnya.
Mendaki secara teratur terbukti dalam penelitian mampu mengurangi stres secara signifikan.
Aktivitas ini juga meningkatkan kekuatan fisik, khususnya pada otot kaki dan tubuh bagian bawah.
Mendaki merupakan latihan kardio yang efektif untuk memperkuat kinerja jantung secara keseluruhan.
Paparan terhadap alam terbuka selama pendakian terbukti mengurangi gejala depresi dan kecemasan.
Olahraga berbasis beban seperti mendaki membantu menjaga kepadatan tulang agar tetap kuat.
Berada di luar ruangan dalam waktu lama juga meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh.
Vitamin D sangat esensial untuk mendukung kesehatan tulang serta memperkuat sistem imun tubuh.