JawaPos.com – Seiring bertambahnya usia, perubahan pada tubuh dan pikiran adalah hal yang wajar.
Daya ingat seseorang mungkin mulai melemah dan ketajaman berpikir juga mulai berkurang saat usia senja.
Namun, perlu kita tahu bahwa ada beberapa kebiasaan yang sering diabaikan, justru membuat fungsi kognitif berkurang.
Baca Juga: 8 Kebiasaan Kreatif yang Bisa Mengantarmu Menuju Kesuksesan Besar, Menurut Psikologi
Kebiasaan ini tergolong kebiasaan sederhana, tapi efeknya sangat besar bagi kesehatan otak seseorang.
Dilansir dari Your Tango, ada tujuh kebiasaan yang dianggap remeh namun dapat merusak otak saat usia 50 tahunan.
1. Terlalu Sering Menyendiri
Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, dan otak kita sangat bergantung pada interaksi dengan orang lain.
Oleh karena itu, semakin jarang seseorang bersosialisasi, semakin rentan mereka untuk pikun dan mengalami kerusakan otak.
Ini karena kesepian kronis bukan hanya memicu depresi, tapi juga meningkatkan risiko demensia secara signifikan.
2. Terjebak dalam Rutinitas Membosankan
Otak manusia dirancang untuk menghadapi kesulitan dan menikmati tantangan dalam kehidupan.
Jika setiap hari kita hanya melakukan hal yang membosankan tanpa mempelajari sesuatu yang baru, koneksi saraf akan melambat.
Cobalah hobi baru seperti belajar bahasa asing, bermain alat musik, atau sekadar mengisi teka-teki silang.
Hal ini merangsang ketajaman otak, sehingga kemampuan otak untuk terus berkembang meski usia sudah tidak muda lagi.
3. Mengabaikan Stres
Stres bukan hanya sekedar perasaan sementara, tapi masalah fisik bagi otak jika terus-menerus diabaikan.
Ini karena jika kita stres dalam jangka panjang, itu justru dapat mematikan sel-sel otak dan penurunan fungsi kognitif.
Luangkan waktu untuk meditasi, menulis jurnal, atau sekadar teknik pernapasan dalam untuk menurunkan kadar stres.
4. Pola Makan yang Salah
Pola makan kita sehari-hari sangat menentukan kesehatan otak dalam jangka panjang terutama di usia tua.
Terlalu banyak mengkonsumsi daging merah, gula, dan karbohidrat olahan dapat memicu peradangan.
Sebaliknya, mulailah rutin mengonsumsi makanan kaya Omega-3 seperti ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.
Lemak sehat ini sangat penting untuk meningkatkan aliran darah ke otak dan mempertajam daya ingat.
5. Kualitas Tidur yang Buruk
Tidur adalah kebutuhan semua orang, tidak hanya mengistirahatkan tubuh tapi juga otak setelah beraktivitas.
Saat tidur, otak akan beristirahat dan memulihkan kembali fungsi kognitif agar tidak mudah stres.
Kurang tidur atau tidur yang sering terbangun dapat membuat kesehatan otak dan fungsi kognitif terganggu.
Oleh karena itu, pastikan kita tidur berkualitas selama tujuh hingga delapan jam setiap malam dan hindari penggunaan gawai.
6. Kurang Bergerak
Duduk terlalu lama lebih dari enam jam sehari ternyata berdampak buruk pada bagian otak yang menyimpan memori.
Aktivitas fisik tidak harus berat, bahkan sekadar jalan santai di pagi hari atau peregangan di sela-sela aktivitas sudah cukup untuk meningkatkan aliran oksigen
Selain itu, tubuh yang terus bergerak dapat menjaga hormon pertumbuhan di otak agar tetap berfungsi dengan baik.
7. Lupa Melakukan Hobi
Terlalu serius menghadapi hidup hingga melupakan hobi kita sendiri bisa meningkatkan level stres.
Melakukan aktivitas yang membawa kegembiraan seperti bermain dengan cucu, berkebun, atau bertemu teman lama sangat baik untuk menjaga kesehatan otak
Selain itu, melakukan hobi juga dapat menurunkan risiko demensia, karena otak yang bahagia adalah otak yang sehat.