JawaPos.com – Kecepatan berjalan merupakan penanda kepribadian yang sangat konsisten.
Para peneliti telah menemukan bahwa kecepatan alami ini bisa mengungkapkan lebih banyak susunan psikologis seseorang.
Para pejalan cepat ini bukan hanya tidak sabar atau cemas.
Dilansir dari Geediting, berikut 8 ciri langka orang yang berjalan kaki dengan cepat dalam sudut pandang psikologi.
1. Mereka termotivasi dari dalam diri sendiri
Orang yang berjalan cepat bergerak dengan kecepatan mereka sendiri tanpa mempedulikan lingkungan sekitar.
Mereka tidak berjalan cepat untuk mengikuti atau menyesuaikan diri namun karena sesuatu di dalam diri disetel pada frekuensi tersebut.
Dorongan internal ini melampaui sekadar berjalan kaki.
2. Mereka memiliki tingkat kecemasan yang tinggi
Langkah cepat itu sering kali menyembunyikan kecemasan yang terpendam, yang telah diubah menjadi energi produktif.
Mereka tidak selalu orang yang cemas dalam pengertian klinis, tetapi juga punya kewaspadaan dasar yang membuat mereka sedikit aktif.
Berjalan cepat menjadi cara untuk melepaskan energi itu, menjaga tekanan internal pada tingkat yang terkendali.
3. Mereka memproses informasi melalui gerakan
Bagi pejalan cepat, berpikir dan bergerak adalah aktivitas yang saling terkait.
Proses kognitif mereka entah bagaimana terkait dengan gerakan fisik, perlambat tubuh dan pikiran mereka pun terasa lesu.
Baca Juga: Benarkah Avoidant Attachment Bisa Makin Parah Seiring Usia, Ini Faktanya Menurut Psikologi
4. Mereka secara tidak sadar bersifat kompetitif dalam segala hal
Para pejalan cepat mengubah segalanya menjadi perlombaan yang tidak mereka akui.
Sifat ini membuat mereka menjadi pribadi yang sangat baik dalam meningkatkan diri, tetapi juga melelahkan bagi diri sendiri.
Mereka bersaing dengan versi diri mereka di masa lalu, mencoba untuk menjadi lebih baik dalam segala hal.
5. Mereka memiliki toleransi rendah terhadap inefisiensi
Melihat antrean yang bergerak lambat membuat pejalan cepat merasa tidak nyaman secara fisik.
Bukan hanya tidak sabar, tetapi benar-benar tidak nyaman.
Hal ini juga berlaku pada cara mereka berkomunikasi, cara berbelanja, dan mengambil keputusan.
6. Mereka sensitif terhadap lingkungan sekitar
Secara paradoks, pejalan kaki cepat sering kali lebih menyadari lingkungan sekitar mereka daripada pejalan kaki lambat.
Langkah cepat mereka mungkin sebenarnya sebagian bertujuan untuk bergerak melalui lingkungan sebelum mereka menyerap terlalu banyak kebisingan emosional di sekitarnya.
7. Mereka kesulitan dalam hal transisi
Para pejalan cepat mengalami kesulitan dengan keadaan di antara keduanya. Mereka hanya bisa bergerak atau berhenti, bekerja atau tidak bekerja, terjaga atau tertidur.
Cara berjalan cepat mereka menghilangkan transisi antara berada di sini dan berada di sana.
8. Mereka takut ketinggalan sesuatu
Kecepatan mereka sebagian merupakan upaya untuk berada di mana-mana, melakukan segalanya, dan tidak melewatkan apa pun.
Mereka berjalan cepat bahkan tanpa tujuan karena berdiri diam terasa seperti kehidupan berlalu begitu saja.