← Beranda
7 Cara Membangun Komunikasi Setelah Bertengkar dengan Pasangan Agar Hubungan Semakin Langgeng
Akhmad Iqbal FirmansyahMinggu, 12 April 2026 | 03.59 WIB
Ilustrasi pasangan yang langgeng. (Freepik)

JawaPos.com – Hubungan asmara tidak hanya dibangun atas dasar cinta dan saling tertarik satu sama lain.

Perlu ada komunikasi dan komitmen mendalam agar hubungan dapat tetap langgeng selamanya.

Selain itu, masih banyak orang yang berpikir bahwa hubungan yang kuat adalah hubungan tanpa pertengkaran.

Faktanya justru hubungan yang sehat dan langgeng bukan berarti tidak ada konflik, tapi bagaimana pasangan membangun komunikasi saat suasana sedang tegang.

Dan banyak pasangan yang tidak tahu bagaimana cara membangun komunikasi saat atau setelah bertengkar agar hubungan lebih kuat.

Baca Juga: 4 Zodiak yang Tidak Ingin Cinta-Cintaan di Bulan Ini, Ingin Fokus Pada Diri Sendiri

Dilansir dari Your Tango, ada tujuh cara komunikasi yang perlu dipraktikkan oleh semua pasangan agar hubungan tetap harmonis.

1.     Jangan Biarkan Konflik Menciptakan Jarak

Beberapa pasangan seringkali merasa ragu atau enggan untuk memulai pembicaraan ketika sedang terjadi konflik.

Atau kita sengaja mendiamkan masalah karena takut pasangan marah atau tersinggung lebih parah.

Namun, menghindar justru menciptakan tembok pemisah dan merusak ikatan emosional dengan pasangan.

Ini karena hubungan yang kuat memilih untuk mulai membuka pintu ke dalam masalah tersebut untuk diselesaikan.

Mereka sadar bahwa ketegangan saat berdiskusi jauh lebih baik daripada keheningan yang penuh kebencian.

2.     Memilih Kata-Kata dengan Bijak

Emosi dalam diri ketika sedang terjadi konflik dengan pasangan seringkali tidak terkontrol dan sulit dikendalikan

Dan saat kita emosi, lidah seringkali jauh lebih cepat merespon kata-kata daripada pikiran untuk menganalisis.

Namun, pasangan yang cerdas secara emosional akan tetap menjaga rasa aman bagi satu sama lain.

Mereka bisa membangun perdebatan tanpa membuat pasangan merasa diserang secara personal.

Ini karena tujuan komunikasi dalam hubungan adalah menyampaikan perbedaan pendapat, bukan mematahkan argumen lawan.

3.     Jangan Mengungkit Kesalahan

Ketika terjadi konflik emosi cenderung memuncak dan reaksi dalam diri seseorang sangat sulit dikendalikan.

Ini membuat seseorang seringkali berusaha ingin menyalahkan pasangan dengan mengungkit kesalahan masa lalu.

Oleh karena itu, dalam hubungan setiap pasangan harus memahami bahwa mengungkit kesalahan dan menyalahkan pasangan untuk menang adalah hal yang salah.

Hindari memperkeruh perselisihan dengan mencampurkan semua masalah yang telah terjadi di masa lalu.

Mulailah dengan mambangun percakapan yang untuk mendamaikan bukan untuk mencari kemenangan dengan pasangan atas kesalahan masa lalu.

4.     Perhatikan Bahasa Tubuh

Dalam berkomunikasi bukan hanya kata-kata yang perlu diperhatikan tapi juga bahasa tubuh yang kita tunjukkan.

Ketika sedang berselisih dengan pasangan hindari menunjukkan bahasa tubuh merendahkan atau meremehkan.

Seperti menyilangkan tangan, memutar bola mata, atau nada bicara yang tinggi karena bisa merusak diskusi sebelum dimulai.

Cobalah untuk tetap tenang, pilih waktu yang tepat, jangan saat pasangan baru pulang kerja, dan singkirkan gadget agar fokus sepenuhnya.

5.     Jangan Paksa Pasangan Memahami Pikiran Kita

Semua orang pasti ingin dipahami terutama dengan pasangannya tanpa perlu banyak berbicara dan berekspresi.

Namun, banyak konflik terjadi karena kita berharap pasangan paham apa yang kita mau tanpa kita ucapkan.

Pasangan yang dewasa tidak malu untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya yang ingin mereka bahas.

Mereka mampu tetap terbuka saat bicara serius dan tidak dianggap sebagai hal yang memalukan.

Dan keterbukaan itu justru membuat kita dan pasangan terlihat saling peduli untuk tetap pada jalur dan tidak emosional.

6.     Fokus Pada Perasaan Sendiri

Banyak pasangan yang berkonflik karena saling menyalahkan karena tidak mampu memahami perasaan diri sendiri.

Dalam hubungan kita perlu memahami kapan kita merasa lelah dan perlu bantuan pasangan untuk menyelesaikan sesuatu.

Alih-alih menyalahkan pasangan karena rumah kotor atau kerusakan fasilitas rumah, cobalah untuk meminta bantuan.

Selain itu, ungkapkan perasaan kita dengan menunjukkan bahwa kita perlu saling bekerja sama agar tidak lelah sendiri karena pekerjaan rumah.

Cara ini lebih efektif karena kita menjelaskan dampak perilaku pasangan terhadap perasaan kita, bukan menghakimi karakter pasangan.

7.     Memiliki Keinginan untuk Berkembang

Hubungan yang sehat dan langgeng selalu dibangn atas dasar rasa ingin saling berkemang dan tubuh bersama.

Ini karena membangun hubungan adalah tentang proses belajar seumur hidup dengan pasangan.

Pasangan yang paling kuat adalah mereka yang mau mengakui kekurangan berkomunikasi dan keinginan untuk belajar.

Mereka tidak ragu membaca buku, mendengarkan podcast, atau berkonsultasi jika merasa perlu bantuan profesional.

EDITOR: Hanny Suwindari