← Beranda
7 Penyesalah Hidup yang Harus Dihindari Agar Saat Usia Muda Dapat Mencapai Kesuksesan dan Potensi Terbaik
Akhmad Iqbal FirmansyahRabu, 8 April 2026 | 01.00 WIB
Ilustrasi orang yang merasa menyesal. (Freepik)

JawaPos.com – Hidup memang tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan atau sejalan dengan tujuan.

Ini membuat beberapa orang mengalami kegagalan dan sulit berkembang hingga menyebabkan rasa penyesalan di kemudian hari.

Tak heran jika banyak orang mulai melihat kebelakang karena ingin memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu.

Ini karena penyesalan seringkali bukan datang dari apa yang kita lakukan, melainkan dari peluang yang tidak kita ambil.

Dilansir dari Your Tango, ada tujuh penyesalan hidup yang harus dihindari saat usia muda agar kita dapat mencapai kesuksesan dan kemajuan.

Baca Juga: Jika Seseorang Meminta Maaf tetapi Melakukan 8 Perilaku Ini, Mereka Tidak Benar-Benar Menyesal Menurut Psikologi

1.     Terlalu Mengikuti Ekspektasi Orang Lain

Beberapa orang tumbuh dengan keinginan untuk menjadi orang baik atau orang yang disukai banyak orang.

Ini adalah perasaan yang selalu ingin memenuhi standar kesuksesan orang tua dan lingkungan.

Namun, ini juga membuat seseorang mengorbankan jati dirinya sendiri demi kepatuhan dan harapan yang tidak sejalan dengan diri sendiri.

Tak heran jika orang yang selalu ingin memenuhi harapan orang lain berujung pada rasa kecewa yang mendalam di masa tua.

Oleh karena itu, jangan sampai kita sampai mencapai sesuatu tanpa pernah benar-benar mengenal siapa diri kita yang sebenarnya

2.     Selalu Sibuk Hingga Melewatkan Momen Berharga

Kesuksesan materi atau karir adalah sebuah harga mati bagi beberapa orang dalam menjalani hidup.

Tak heran jika ambisi mengejar karir dan materi seringkali membuat kita menunda pengalaman yang hanya bisa dirasakan di usia tertentu.

Misalnya, melakukan perjalanan jauh saat fisik masih kuat atau menghabiskan waktu berkualitas dengan anak-anak saat mereka masih kecil.

Memang itu tidak salah, tapi kita perlu juga memprioritaskan pengalaman hidup yang berharga dengan orang-orang tercinta.

Uang bisa dicari kembali, tapi waktu tidak akan pernah berputar dua kali hingga membuat kita menyesal di kemudian hari.

3.     Meninggalkan Hobi Demi Pekerjaan

Hobi adalah salah satu yang membuat hidup kita terasa lebih berwarna dan memberi kepuasaan.

Namun jika kita mengorbankan hobi demi bekerja terus-menerus justru membuat kita mudah merasa frustasi.

Ketika di masa tua kita mungkin merasa menyesal karena tidak mampu menikmati hobi masa muda.

Memang bekerja keras demi kesuksesan adalah hal baik, tapi hobi juga bagian dari kehidupan yang membawa kebahagiaan.

Kita perlu sadar bahwa hidup bukan hanya tentang materi, tapi memori bermakna saat kita melakukan hobi yang disukai.

4.     Kurang Memiliki Dokumentasi Momen

Dokumentasi saat melakukan momen penting bersama orang terdekat atau mengunjungi tempat wisata adalah salah satu hal penting.

Ini karena foto dan rekaman bukan sekadar tumpukan file digital, tapi pengingat bahwa kita memiliki bukti memori bahagia.

Di masa tua, memori adalah aset yang memberikan akses menuju kehidupan yang penuh kebahagiaan.

Menyesal karena tidak memiliki cukup dokumentasi saat berkumpul dengan orang tersayang adalah hal yang sering dialami banyak orang.

Oleh karena itu, mulailah untuk memotret momen-momen sederhana, bukan hanya momen mewah.

5.     Takut Mengutarakan Perasaan

Terkadang perasaan dalam diri kita jauh lebih sulit diutarakan karena kita merasa takut akan penolakan

Ini membuat rasa penyesalan muncul karena jika kita lebih berani jauh lebih baik daripada ditolak.

Baik itu dalam hal cinta maupun kesempatan profesional, jangan biarkan rasa takut membuat kita memendam perasaan.

Jadi, menjadi rentan dan jujur adalah langkah awal untuk menemukan kebahagiaan yang sejati.

6.     Selalu Berada di Zona Nyaman

Stabilitas memang penting, namun terlalu terpaku pada zona nyaman bisa menghambat pertumbuhan.

Ketika kita di masa muda, itu adalah waktu terbaik untuk bereksperimen atau mencoba hal baru dalam hidup.

Jika kita gagal, kita masih punya waktu dan energi untuk bangkit dan belajar dari kegagalan sebelumnya.

Di usia tua, orang lebih sering menyesali risiko yang tidak diambil daripada kegagalan yang pernah dialami.

7.     Mengabaikan Konflik dengan Orang Lain

Mempertahankan ego seringkali menghancurkan hubungan keluarga atau persahabatan yang telah lama terjalin.

Ini membuat rasa penyesalan terdalam terjadi ketika seseorang ingin meminta maaf atau berbaikan, namun orang tersebut sudah tiada.

Lebih baik untuk berani mengakui kesalahan dan berusaha untuk memperbaiki hubungan yang retak daripada terlambat

Jangan menunggu untuk memperbaiki hubungan yang retak karena hidup terlalu singkat untuk menyimpan benci.

EDITOR: Hanny Suwindari