JawaPos.com - Menjaga kesehatan otak di usia lanjut bukan hanya soal teka-teki silang atau suplemen.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa ketajaman mental lebih sering dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Melansir VegOut Magazine, berikut beberapa kebiasaan yang sering dimiliki orang-orang yang tetap tajam secara mental di usia senja:
Baca Juga: 7 Kebiasaan Halus Ini Membuat Anda Sering Disalahpahami Orang Lain Menurut Psikologi, Apa Saja?
1. Terus Belajar Hal Baru
Orang yang otaknya tetap aktif biasanya tidak berhenti menjadi “pemula”. Mereka belajar bahasa baru, mencoba alat musik, memasak resep baru, atau mempelajari keterampilan yang sebelumnya tidak mereka kuasai.
2. Tetap Aktif Bergerak
Tidak harus olahraga berat. Jalan kaki, berkebun, naik tangga, atau sekadar rutin bergerak setiap hari sudah cukup membantu menjaga kesehatan otak dan daya ingat.
3. Menjaga Hubungan Sosial
Percakapan, bercanda, dan bertemu teman atau keluarga ternyata penting untuk kesehatan otak. Orang yang tetap tajam biasanya tidak membiarkan dirinya terlalu lama terisolasi.
4. Rajin Membaca
Membaca membantu otak tetap aktif, terutama jika bacaannya beragam. Tidak hanya novel ringan, tetapi juga buku sejarah, sains, biografi, atau topik baru yang memancing rasa penasaran.
5. Tidak Bergantung Penuh pada Teknologi
Sesekali menghitung tanpa kalkulator, mengingat arah tanpa GPS, atau menghafal nomor telepon bisa menjadi latihan kecil yang baik untuk otak.
6. Menjaga Kualitas Tidur
Tidur yang cukup membantu otak memperbaiki diri, menyimpan memori, dan menjaga fokus. Orang yang tetap tajam biasanya menjaga jadwal tidur dengan cukup disiplin.
7. Tetap Penasaran dengan Orang Lain
Mereka suka mendengar cerita, mengingat detail kecil, dan bertanya tentang pengalaman orang lain. Kebiasaan ini ternyata membantu otak tetap aktif secara sosial dan emosional.
8. Memiliki Tujuan
Orang yang punya alasan untuk bangun pagi biasanya lebih bersemangat dan aktif. Tujuannya tidak harus besar, bisa berupa hobi, kegiatan komunitas, cucu, atau proyek kecil yang mereka sukai.
9. Tidak Takut dengan Ketidaknyamanan
Belajar hal baru, mencoba rutinitas baru, atau pergi ke tempat yang belum dikenal memang terasa tidak nyaman. Tapi justru di situlah otak terus berkembang dan tetap tajam.
Pada akhirnya, otak yang sehat di usia senja bukan dibentuk oleh satu kebiasaan besar, tetapi oleh banyak kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Semakin sering otak dipakai, semakin besar peluangnya untuk tetap aktif dan tajam.