JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena memperlakukan hewan peliharaan seperti anak sendiri semakin umum. Banyak orang tidak hanya memberi makan dan merawat hewan, tetapi juga menganggapnya sebagai bagian inti keluarga—bahkan menggantikan peran emosional yang biasanya diisi oleh manusia.
Dari sudut pandang psikologi, perilaku ini bukan sekadar “terlalu sayang hewan”, melainkan mencerminkan pola emosi, kepribadian, dan kebutuhan psikologis tertentu. Menariknya, orang yang sangat memanjakan hewan peliharaannya sering kali memiliki ciri-ciri yang cukup konsisten.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 8 ciri yang biasanya mereka tunjukkan:
1. Memiliki Empati yang Sangat Tinggi
Orang yang memperlakukan hewan seperti anak sendiri umumnya memiliki tingkat empati yang kuat. Mereka mampu merasakan emosi makhluk lain, bahkan yang tidak bisa berbicara seperti manusia.
Mereka tidak melihat hewan sebagai “objek”, tetapi sebagai individu dengan perasaan. Itulah sebabnya mereka peka terhadap perubahan kecil—seperti ekspresi, suara, atau perilaku hewan peliharaannya.
2. Kebutuhan Emosional yang Mendalam
Secara psikologis, manusia memiliki kebutuhan dasar untuk memberi dan menerima kasih sayang. Bagi sebagian orang, hewan peliharaan menjadi sumber yang sangat stabil untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Tidak seperti hubungan manusia yang kompleks, hewan menawarkan cinta tanpa syarat. Ini membuat pemiliknya merasa aman, dihargai, dan tidak dihakimi.
3. Cenderung Menghindari Konflik Sosial
Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang sangat dekat dengan hewan kadang merasa lebih nyaman dalam hubungan yang minim konflik.
Hewan peliharaan tidak berdebat, tidak mengkritik, dan tidak menuntut secara sosial seperti manusia. Karena itu, mereka menjadi “zona aman” bagi individu yang ingin menghindari drama atau tekanan sosial.
4. Memiliki Naluri Mengasuh yang Kuat
Memperlakukan hewan seperti anak sering kali berakar dari naluri keibuan atau keayahan (nurturing instinct).
Orang dengan ciri ini menikmati proses merawat—memberi makan, menjaga kesehatan, bahkan memperhatikan hal-hal kecil seperti kenyamanan tidur atau suasana hati hewan. Aktivitas ini memberi mereka rasa tujuan dan kepuasan batin.
5. Menganggap Hewan Sebagai Bagian Keluarga
Bagi mereka, hewan bukan sekadar peliharaan—melainkan anggota keluarga.
Ini terlihat dari cara mereka berbicara tentang hewan (misalnya menyebut “anak”), merayakan ulang tahun hewan, hingga melibatkan hewan dalam keputusan sehari-hari. Secara psikologis, ini menunjukkan perluasan konsep “keluarga” yang lebih inklusif.
6. Lebih Terbuka Secara Emosional
Orang yang dekat dengan hewan biasanya lebih mudah mengekspresikan kasih sayang secara langsung—baik melalui sentuhan, kata-kata, maupun perhatian.
Interaksi dengan hewan membantu mereka melatih ekspresi emosi tanpa rasa takut ditolak. Hal ini sering berdampak positif pada kemampuan mereka dalam hubungan interpersonal juga.
7. Memiliki Ikatan Keterikatan (Attachment) yang Kuat
Dalam psikologi, ada konsep yang disebut attachment—yaitu bagaimana seseorang membentuk ikatan emosional.
Orang yang sangat memanjakan hewan peliharaan cenderung membentuk keterikatan yang kuat dan stabil. Hewan menjadi figur penting yang memberikan rasa aman, mirip seperti hubungan antara orang tua dan anak.
8. Mengalami Kepuasan Hidup dari Hal-Hal Sederhana
Menariknya, orang seperti ini sering kali menemukan kebahagiaan dalam momen kecil—seperti melihat hewan peliharaannya bermain, makan dengan lahap, atau tidur dengan nyaman.
Ini menunjukkan kemampuan untuk menikmati hal sederhana dan hidup lebih mindful. Dalam psikologi positif, ini adalah indikator kesejahteraan emosional yang baik.
Penutup
Memanjakan hewan peliharaan seperti anak sendiri bukanlah hal yang aneh atau berlebihan jika dilihat dari sudut pandang psikologi. Justru, perilaku ini sering mencerminkan empati tinggi, kemampuan mencintai, dan kebutuhan emosional yang sehat.
Namun, seperti halnya semua bentuk keterikatan, keseimbangan tetap penting. Hubungan dengan manusia tetap memiliki peran unik yang tidak bisa sepenuhnya digantikan.
Pada akhirnya, cara seseorang memperlakukan hewan sering kali mencerminkan siapa dirinya—dan dalam banyak kasus, itu adalah cerminan dari hati yang penuh kasih.
***