← Beranda
Hindari Sebelum Terlambat! 8 Perilaku Ini Bikin Perempuan Tampak Tidak Berkelas
Setyo Adi NugrohoJumat, 27 Maret 2026 | 02.42 WIB
Ilustrasi- Perempuan berkelas rendah. (Freepik)

JawaPos.com - Setiap perempuan tentu ingin tampil anggun dan berkelas dalam setiap kesempatan. Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan dan cara berperilaku justru bisa memberikan kesan sebaliknya.

Sikap dan tindak tanduk seseorang memiliki peran besar dalam membentuk citra diri, bahkan lebih dari sekadar penampilan fisik. Menurut psikologi, ada beberapa perilaku yang dapat membuat perempuan terlihat urakan dan jauh dari kesan berkelas.

Mengenali dan menghindari kebiasaan-kebiasaan ini dapat membantu seseorang membangun citra yang lebih elegan dan dihormati oleh orang lain.

Melansir Geediting, menurut psikologi, berikut adalah delapan perilaku yang sebaiknya dihindari agar tetap terlihat anggun dan berwibawa.

Baca Juga: 7 Perilaku Ini Dimiliki oleh Orang yang Bijaksana dan Dewasa dalam Hubungan Asmara, Apa Saja?

1) Berbicara tanpa berpikir

Perempuan berkelas selalu mempertimbangkan kata-kata sebelum berbicara. Berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu bisa membuat seseorang tampak ceroboh atau bahkan tidak sopan.

Mengutarakan pendapat secara spontan tanpa memikirkan dampaknya sering kali menciptakan kesan negatif dan dapat merusak hubungan dengan orang lain.

2) Mendominasi percakapan

Terlalu banyak bicara tanpa memberi kesempatan orang lain untuk berbicara bisa membuat seseorang tampak egois dan kurang berempati. Perempuan berkelas memahami pentingnya mendengarkan dan menjaga keseimbangan dalam percakapan.

Mereka tidak hanya berbicara tentang diri sendiri, tetapi juga menunjukkan ketertarikan terhadap orang lain dengan bertanya dan memberikan respons yang tulus.

3) Menganggap ketegasan sebagai kejujuran

Bersikap tegas memang penting, tetapi jika disalah artikan sebagai kejujuran tanpa filter, hal ini bisa menjadi masalah.

Mengungkapkan pendapat dengan kasar atau menyampaikan kritik tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain bisa membuat seseorang tampak kurang bijaksana. Perempuan berkelas tetap bisa bersikap jujur tanpa harus menyakiti atau merendahkan orang lain.

4) Menggunakan terlalu banyak kata pengisi

Terlalu sering menggunakan kata-kata pengisi seperti "ehm," "kayak," atau "gitu" saat berbicara bisa mencerminkan kurangnya kepercayaan diri atau ketidaksiapan dalam berkomunikasi.

Perempuan yang berkelas cenderung berbicara dengan jelas, terstruktur, dan penuh percaya diri, sehingga setiap kata yang diucapkan memiliki makna dan dampak yang lebih kuat.

5) Tertawa di saat yang tidak tepat

Tertawa memang menunjukkan keceriaan, tetapi jika dilakukan di waktu yang tidak tepat, hal ini bisa dianggap sebagai tanda kurangnya sensitivitas sosial.

Misalnya, tertawa ketika seseorang sedang bercerita tentang hal yang serius atau sedih bisa dianggap tidak sopan. Perempuan berkelas tahu kapan saatnya bersikap santai dan kapan saatnya menunjukkan empati.

6) Mengabaikan perawatan diri

Penampilan yang rapi dan terawat mencerminkan penghargaan terhadap diri sendiri. Mengabaikan kebersihan, berpenampilan sembarangan, atau tidak menjaga kesehatan dapat membuat seseorang tampak tidak peduli terhadap citra dirinya.

Perempuan berkelas tidak harus selalu tampil mewah, tetapi mereka selalu menjaga kerapian dan kebersihan sebagai bentuk penghormatan terhadap diri sendiri dan orang lain.

7) Kurang peka terhadap lingkungan sosial

Kurangnya kesadaran terhadap norma sosial bisa membuat seseorang tampak urakan dan tidak menghargai orang lain. Misalnya, berbicara terlalu keras di tempat umum, memotong antrian, atau bersikap acuh tak acuh terhadap sekitar.

Perempuan berkelas selalu menunjukkan sikap sopan dan memahami etika sosial agar tetap dihormati oleh orang lain.

8) Tidak menghargai orang lain

Sikap menghargai tidak hanya berlaku pada orang yang dianggap penting, tetapi juga pada siapa saja, termasuk pelayan restoran, petugas kebersihan, atau siapa pun yang ditemui sehari-hari.

Perempuan yang berkelas tidak merendahkan orang lain, melainkan selalu menunjukkan sikap hormat dan menghargai setiap individu. Sikap ini mencerminkan kedewasaan emosional dan integritas seseorang.

Menjadi perempuan berkelas bukan sekadar tentang pakaian atau status sosial, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bersikap dan berinteraksi dengan orang lain.

Dengan menghindari delapan perilaku di atas, Anda tidak hanya akan terlihat lebih anggun, tetapi juga lebih dihormati dan dihargai oleh orang di sekitar Anda.

 
 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho