← Beranda
7 Frasa yang Digunakan Orang Toxic dalam Percakapan Sehari-hari, Kata Psikologi
Rabbany WanadrianiRabu, 25 Maret 2026 | 15.05 WIB
ilustrasi teman yang mengobrol. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Psikologi mengatakan bahwa frasa-frasa tertentu, yang umum dalam percakapan sehari-hari bisa menandakan hubungan yang tidak sehat.

Hal ini dapat secara halus merusak kepercayaan diri dan kesejahteraan seseorang sering kali tanpa disadari.

Demi meningkatkan kesadaran dan menjaga diri, ada tujuh frasa yang sering digunakan oleh orang toxic menurut psikologi, seperti dilansir geediting.

Baca Juga: Momen Kumpul Keluarga, Hindari 4 Frasa Ini saat Silaturahmi Lebaran Idul Fitri

1. “Kamu terlalu sensitif”

Dalam dinamika hubungan, berbagi perasaan dan emosi adalah hal yang umum, tetapi ketika ekspresi ini disambut dengan ungkapan meremehkan seperti "kamu terlalu sensitif," itu bisa menjadi tanda peringatan perilaku toxic.

Ungkapan ini sering digunakan sebagai cara untuk meremehkan perasaan atau pengalaman seseorang.

2. “Itu tidak pernah terjadi”

Gaslighting adalah istilah yang mungkin pernah Anda dengar, sering dikaitkan dengan hubungan beracun.

Istilah ini merujuk pada situasi di mana seseorang mencoba memanipulasi orang lain agar meragukan ingatan, persepsi, atau kewarasan mereka sendiri.

Baca Juga: Jangan Pakai 'Happy Eid' Lagi di Kartu Ucapan Idul Fitri 2026 Anda! Ganti dengan 12 Frasa Antimainstream yang Lebih Menarik Ini

3. “Mengapa kamu tidak bisa seperti…?”

Pernahkah Anda dibandingkan dengan orang lain? Itu pengalaman yang sangat menyakitkan.

Membandingkan diri dengan orang lain secara negatif adalah taktik umum yang digunakan oleh orang toxic.

Tujuannya adalah untuk merusak harga diri dan menciptakan rasa tidak mampu.

4. “Aku melakukan semuanya untukmu”

Rasa bersalah adalah emosi yang kuat dan orang toxic sering menggunakannya sebagai alat manipulasi dan kontrol.

Ungkapan seperti "Aku sudah melakukan segalanya untukmu" atau "Setelah semua yang telah kulakukan untukmu" dapat membuat Anda merasa berkewajiban untuk memenuhi tuntutan atau harapan mereka.

5. “Kamu selalu atau tidak pernah…”

Generalisasi seperti “Kamu selalu…” atau “Kamu tidak pernah…” bisa sangat merusak dalam sebuah hubungan.

Hal itu sering kali mengindikasikan kurangnya pemahaman dan empati, dapat membuat Anda merasa seperti sedang dinilai secara tidak adil.

6) “Aku cuma bercanda”

Sekilas, ungkapan ini mungkin tampak tidak berbahaya, bahkan terkesan main-main. Tetapi ketika digunakan untuk menyamarkan kritik bisa berubah menjadi bernada negatif.

Dengan kedok humor, orang toxic sering kali membuat komentar sinis atau meremehkan orang lain.

Dan ketika ditegur, mereka menggunakan frasa seperti "Aku hanya bercanda" untuk mengelak dari tanggung jawab atas kata-kata menyakitkan mereka.

7. “Ini demi kebaikanmu sendiri”

Meskipun ungkapan ini mungkin tampak menunjukkan kepedulian, sering kali menjadi cara halus untuk menegaskan kendali atau meremehkan perasaan dan pendapat Anda.

Teguhlah pada otonomi Anda dan percayai penilaian sendiri karena Anda tahu apa yang terbaik untuk diri sendiri.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho