← Beranda
8 Kebiasaan Orang yang Benar-benar Berkelas Menurut Psikologi, Apa Saja Itu?
Setyo Adi NugrohoSabtu, 21 Maret 2026 | 02.04 WIB
Ilustrasi orang berkelas. (Freepik)

JawaPos.com - Berkelas dalam pandangan kebanyakan orang adalah soal penampilan, mobil mewah, rumah mewah, atau barang branded yang dipakai.

Namun pikiran itu terlalu kerdil jika arti berkelas selalu dikaitkan dengan kemewahan, lantas bagaimana jika mereka yang tidak “kaya” tapi perilakunya menunjukkan nilai atau norma sosial yang baik? 

Rasanya dunia ini tidak adil jika kata-kata berkelas itu selalu menunjukkan status sosial seseorang. Dilansir dari laman DM News pada Jumat (20/3) inilah 8 kebiasan orang yang benar-benar berkelas menurut psikologi :

Baca Juga: 8 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengatur Barang Berdasarkan Warna dan Ukuran Menurut Psikologi, Apa Saja Itu?

1.  Menghargai waktu setiap orang, bahkan jika itu "hanya lima menit"

Orang berkelas jarang memperlakukan waktu seperti komoditas yang dapat mereka simpan untuk diri sendiri sambil membiarkan orang lain menunggu.

Baik itu datang tepat waktu ke rapat atau mengirim pesan ke teman jika kamu terlambat, kamu selaras dengan bagaimana ketepatan waktu itu memengaruhi orang lain.

Ini mungkin terdengar seperti kesopanan kecil, tetapi psikologi mengatakan menghargai waktu juga mengkomunikasikan rasa hormat terhadap orang tersebut.

2. Kamu lebih banyak mendengarkan daripada berbicara

Orang yang benar-benar berkelas sering kali menunjukkan dirinya dalam kemampuan untuk benar-benar mendengarkan, mempertahankan kontak mata, mengangguk pada saat yang tepat, dan mengajukan pertanyaan lanjutan yang menunjukkan bahwa dia terlibat.

Ini bukan tentang berpura-pura tertarik untuk bersikap sopan, tapi secara langsung terkait dengan rasa ingin tahu dan kerendahan hati.

3. Memiliki pola pikir “katakan dan lakukan”

Individu yang berkelas akan konsisten. Jika mengatakan akan membantu teman pindah, mereka benar-benar akan muncul. 

Jika berjanji untuk menyelesaikan tugas pada hari Kamis, maka melakukannya dengan tidak ada alasan. Keandalan ini mungkin tidak menjadi berita utama, tetapi itu menempa kepercayaan.

Dari sudut pandang psikologis, integritas membangun rasa aman dalam hubungan. Ketika orang lain melihat kamu menepati janji, mereka secara tidak sadar mengkategorikan dirimu sebagai orang yang dapat diandalkan dan stabil.

4. Memilih kebaikan bahkan ketika itu opsional

Sangat mudah untuk bersikap baik ketika orang-orang menonton. Ujian yang sebenarnya adalah bagaimana kamu berperilaku ketika kebaikan tidak memberi balasan apapun secara nyata.

Mungkin kamu menahan pintu terbuka untuk orang asing masuk ke Mall, menawarkan kata-kata yang menggembirakan kepada seseorang yang jelas-jelas sedang menyebalkan, atau apapun itu.

Kemurahan hati ini mengungkapkan bahwa kamu selaras dengan keadaan emosional orang lain dan bersedia meringankan beban mereka.

Orang-orang berkelas tidak melakukannya untuk tepuk tangan, tapi itu sudah bagian dari dirinya sendiri.

5. Tetap ramah meski di bawah tekanan

Kita semua telah menyaksikan saat-saat krisis, reservasi yang hilang, penundaan penerbangan, atau kesalahpahaman di tempat kerja.

Individu berkelas biasanya tetap tenang, memberi diri mereka waktu sejenak untuk menilai sebelum bereaksi dengan marah.

6. Tidak pernah membual

Tidak ada yang secara inheren salah dengan bangga dengan pencapaian atau koneksi yang kamu punya, tapi jika selalu diumbar maka bisa menjadi pudar.

Tetapi jika kamu terus-menerus menjatuhkan nama atau mengarahkan percakapan untuk menyoroti status, itu bisa terlihat tidak aman daripada benar-benar berkelas.

Dalam psikologi, orang-orang yang benar-benar nyaman dengan pencapaian mereka tidak merasa terdorong untuk menyiarkannya atau validasi dari orang lain.

Orang yang berkelas mungkin memiliki resume yang mengesankan atau lingkaran pertemanan yang menarik, tetapi mereka membagikan detail itu hanya ketika itu relevan atau untuk menambah nilai pada percakapan.

7. Mengakui kesalahan dengan anggun

Semua orang terpeleset, mungkin kamu lupa tanggal penting, terlambat mengirimkan proyek, atau kehilangan kesabaran.

Orang-orang berkelas tidak menghindari tanggung jawab atau menyelesaikannya dengan uang. Sebaliknya, mereka mengakui peran mereka dalam kecelakaan itu, meminta maaf dengan tulus, dan mencari cara untuk memperbaikinya.

Pada intinya, mereka yang benar-benar berkelas adalah memiliki sikap sosial yang baik. Dikutip dari laman Dosen Sosiologi pada Jumat (16/05) ada sikap tanggung jawab harus selalu dikalukan dimanapun kita berada. 

Memiliki sikap tanggung jawab ini berarti menghargai setiap orang dan setiap ketentuan-ketentuan yang berlaku di lingkungan sosial, baik dalam pendidikan, masyarakat, ataupun keluarga.

Maka mari ubah perspektif kita bahwa berkelas itu tak selalu soal kemewahan dan kedudukan seseorang, tapi dari nilai kepribadian yang ia junjung tinggi.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho