← Beranda
Sulit Mengatakan Tidak Pada Seseorang? Ternyata Ini 5 Alasannya Menurut Psikologi
Setyo Adi NugrohoJumat, 20 Maret 2026 | 04.43 WIB
Ilustrasi seseorang yang sulit mengatakan tidak pada orang lain.

JawaPos.com - Tak jarang ketika Anda berada dalam interaksi sering berhadapan dengan ajakan, permintaan, bahkan tugas yang tidak sesuai dengan keinginan dan prioritas Anda.

Di saat seperti inilah, kemampuan untuk mengatakan ‘tidak’ menjadi penting. Namun, bagi sebagian orang, melakukan penolakan dengan kata sederhana tersebut bisa terasa sulit.

Bahkan, untuk menolak saja menimbulkan rasa cemas dan bersalah yang mendalam. 

Baca Juga: Sering Melakukannya? Ini 7 Sifat Psikologis Orang yang Sering Buka Banyak Tab di Browser

Mengatakan ‘tidak’ secara efektif merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan mental, guna menetapkan batasan yang sehat.

Melansir dari Verywell Mind, kesulitan untuk mengatakan ‘tidak’ bukan sekadar masalah kepribadian atau kurangnya keberanian. 

Ada berbagai alasan dan penjelasan psikologis dan sosial yang saling berkaitan dan membentuk pola perilaku ini. Apa sajakah itu? Mari simak penjelasannya di bawah ini!

  1. Tidak ingin menyakiti perasaan lawan bicara

Orang dengan kecenderungan ingin menyenangkan orang lain sangat sensitif terhadap emosi orang lain. Mereka juga merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain.

Perasaan bersalah atau cemas bisa muncul ketika penolakannya dianggap menyakiti atau mengecewakan orang yang meminta bantuan. Maka dari itu, mereka akan sulit mengatakan ‘tidak’ ketika diminta sesuatu. 

  1. Merasa harus membantu

Beberapa orang memiliki keyakinan kuat bahwa mereka harus membantu setiap kali ada permintaan, terutama jika mereka merasa mampu melakukannya.

Mereka akan merasa bersalah atau tidak nyaman jika tidak membantu. Meskipun hal tersebut dapat memberatkan diri, mengganggu prioritas, bahkan berdampak negatif pada diri mereka.

  1. Keyakinan yang tidak logis

Beberapa keyakinan yang salah dan tuntutan internal yang tidak realistis juga mempersulit seseorang untuk mengatakan ‘tidak’.

Misalnya, keyakinan bahwa ‘menolak kesempatan adalah hal yang buruk’ atau ‘mendahulukan diri sendiri adalah egois’. 

Kepercayaan tersebut dinilai harus dilakukan meski konsekuensi negatif akan terjadi jika seseorang tersebut memenuhinya. 

  1. Takut menciptakan konflik

Banyak orang secara alami menghindari konflik dan tidak ingin membuat orang lain marah, kecewa atau merasa ditolak. 

Mereka khawatir penolakan akan merusak hubungan, menimbulkan permusuhan, atau membuat mereka tidak disukai. 

Mengutip dari Psychology Today, ketakutan ini seringkali berakar dari pengalaman masa kecil yang menekankan kepatuhan pada otoritas kepada orang tua, sehingga mereka tidak terbiasa menolak.

  1. Pengaruh relasi kuasa

Dalam beberapa situasi, seperti di tempat kerja atau dalam hubungan dengan figur otoritas, seperti atasan atau orang yang lebih tua, membuat seseorang sulit untuk menolak.

Terdapat ketakutan dan keraguan pada seseorang akan konsekuensi negatif jika menolak permintaan dari seseorang yang memiliki posisi lebih tinggi. 

Mengetahui beberapa faktor tersebut barangkali membuat Anda menjadi lebih memahami tentang alasan di balik mengapa sulit mengatakan ‘tidak’ pada sebuah permintaan.

Demikian, melansir dari Forbes, terdapat beberapa frasa lain yang dapat Anda terapkan untuk menolak dengan halus, sopan, tetapi tetap tegas.

Berikut beberapa contoh frasa yang dapat Anda gunakan untuk menolak dengan halus tanpa perlu mengatakan tidak pada lawan bicara Anda. 

  • “Biar saya pikirkan dulu, ya. Nanti saya kabari lagi.”

  • “Terima kasih atas tawarannya. Saya akan mempertimbangkannya.”

  • “Maaf, saya sedang memiliki banyak pekerjaan untuk saat ini.”

  • “Saya sedang fokus pada proyek/tugas lain saat ini.”

  • “Saya mengerti maksud Anda, tetapi saya merasa ini bukan yang terbaik untuk saya saat ini.”

Mengatakan ‘tidak’ merupakan keterampilan penting yang perlu dipelajari. Dengan memahami alasan psikologis di baliknya dan menggunakan frasa pengganti yang efektif, Anda bisa menolak permintaan dengan lebih sopan. 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho