JawaPos.com - Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) kini bukan lagi tren sementara, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang.
Meski terdengar fleksibel dan nyaman, kenyataannya bekerja dari rumah juga memiliki tantangan tersendiri—mulai dari batas waktu kerja yang kabur hingga risiko kelelahan mental.
Dikutip dari laman Geediting, Selasa (23/12), ada sejumlah aturan sederhana namun krusial yang dapat membantu menjaga keseimbangan antara produktivitas, kesehatan, dan kewarasan selama menjalani rutinitas kerja dari rumah. Berikut delapan aturan penting yang bisa diterapkan secara berkelanjutan.
1. Biasakan untuk “unplug” secara rutin
Bekerja dari rumah bukan berarti harus selalu online sepanjang hari. Justru, memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi menjadi sangat penting.
Menentukan jam kerja yang jelas, mengambil jeda istirahat, serta mematikan perangkat kerja di luar jam kantor membantu mencegah kelelahan mental dan burnout. Ingat, bekerja dari rumah bukan berarti hidup untuk bekerja.
2. Tentukan area kerja khusus
Awalnya, bekerja dari tempat tidur atau sofa memang terasa menyenangkan. Namun dalam jangka panjang, kebiasaan ini justru menurunkan fokus dan produktivitas.
Memiliki ruang kerja khusus—meski hanya sudut kecil di rumah—membantu otak mengenali kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya beristirahat. Perubahan sederhana ini sering kali membawa dampak besar pada kualitas kerja.
3. Jangan melewatkan waktu makan
Otak membutuhkan energi untuk bekerja optimal. Melewatkan makan siang atau menggantinya hanya dengan kopi bukanlah solusi.
Asupan makanan yang teratur dan seimbang membantu menjaga konsentrasi, suasana hati, dan stamina sepanjang hari. Jadwalkan waktu makan seperti saat bekerja di kantor dan gunakan waktu tersebut untuk benar-benar beristirahat.
4. Tetap berpakaian rapi saat bekerja
Meski bekerja dari rumah, berpakaian rapi tetap berpengaruh besar terhadap mentalitas kerja. Berganti dari piyama ke pakaian yang lebih profesional dapat meningkatkan fokus dan motivasi.
Penelitian menunjukkan bahwa berpakaian formal membantu seseorang berpikir lebih luas dan terstruktur. Tidak harus berlebihan, yang penting memberi sinyal pada diri sendiri bahwa hari kerja telah dimulai.
5. Luangkan waktu untuk bergerak
Duduk terlalu lama tanpa bergerak bisa berdampak buruk bagi tubuh dan pikiran. Peregangan ringan, berjalan sebentar, atau sekadar berdiri dari kursi secara berkala dapat membantu menyegarkan kembali fokus.
Gerak fisik bukan sekadar istirahat, melainkan bentuk perawatan diri yang penting di tengah tekanan pekerjaan.
6. Latih fokus dengan konsep “deep work”
Bekerja dari rumah penuh dengan distraksi, mulai dari notifikasi ponsel hingga urusan rumah tangga. Di sinilah konsep deep work menjadi penting.
Deep work adalah kemampuan untuk fokus penuh pada satu tugas tanpa gangguan. Dengan menjadwalkan waktu khusus untuk bekerja mendalam, produktivitas meningkat dan pekerjaan terasa lebih terkendali.
7. Tetap terhubung dengan rekan kerja
Bekerja jarak jauh bukan berarti harus merasa sendirian. Interaksi sosial tetap penting, baik untuk kreativitas maupun kesehatan mental.
Mengobrol ringan dengan rekan kerja, berdiskusi secara virtual, atau makan siang daring bersama dapat memperkuat hubungan dan membuat pengalaman WFH terasa lebih manusiawi.
8. Prioritaskan kesehatan mental
Inilah aturan terpenting dari semuanya. Bekerja dari rumah sering membuat batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan semakin kabur.
Luangkan waktu setiap hari untuk melakukan hal-hal yang memberi ketenangan, seperti membaca, berolahraga, meditasi, atau sekadar beristirahat tanpa melakukan apa pun. Jika merasa kewalahan, jangan ragu untuk meminta bantuan.