← Beranda
Menurut Psikologi, Ini 6 Hal yang Secara Tidak Sadar Bisa Menyakiti Inner Childmu, Hati-Hati!
Intan PuspitasariMinggu, 21 September 2025 | 00.08 WIB
Ilustrasi hal yang bisa menyakiti inner childmu (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa sulit percaya pada orang lain, terlalu keras pada diri sendiri, atau mudah marah tanpa alasan jelas? Bisa jadi hal itu bukan sekadar sifat bawaan, melainkan "suara" dari inner child yang masih terluka. Inner child adalah bagian batin kita yang membawa memori, perasaan, dan pengalaman sejak masa kecil, baik yang menyenangkan maupun yang penuh luka. 

Pada salah satu video dari kanal YouTube psikologi populer yakni Psych2go, dijelaskan bahwa, menurut banyak psikolog, luka pada masa kecil sering terbawa hingga dewasa tanpa kita sadari, dan muncul dalam bentuk perilaku yang justru menyakiti diri sendiri.

Menyembuhkan inner child bukan hal instan. Namun, sebelum bisa sembuh, penting untuk mengenali cara-cara tak sadar yang selama ini justru melukai sisi batin kita sendiri. Berikut beberapa di antaranya:

1. Terlalu Mengagungkan Kemandirian

Sering berkata "Saya tidak butuh siapa pun?" Sikap ini bisa muncul dari masa kecil yang penuh penolakan, di mana kebutuhan kasih sayang tidak terpenuhi. Padahal, inner child Anda sebenarnya sangat mendambakan kebersamaan dan rasa aman.

2. Perilaku Pasif-Agresif

Menyimpan amarah masa lalu bisa muncul dalam bentuk sarkasme atau "kesalahan" kecil yang disengaja. Alih-alih menyembuhkan, sikap ini justru membuat hubungan semakin renggang dan inner child semakin merasa terisolasi.

3. Kritik Diri yang Berlebihan

Jika Anda tumbuh dengan orang tua yang terlalu menuntut, kemungkinan besar suara kritis mereka kini berubah menjadi suara batin Anda sendiri. Hal ini membuat harga diri rendah dan sulit menerima diri apa adanya.

4. Mudah Bereaksi Berlebihan

Sedikit koreksi bisa memicu ledakan emosi? Itu tanda luka lama yang kembali terbuka. Inner child yang dulu sering dihakimi kini merasa kembali terancam.

5. Perilaku yang Menghambat Diri Sendiri

Kebiasaan menunda atau menyerah sebelum mencoba sering kali merupakan bentuk sabotase diri. Ini bisa muncul dari keyakinan masa kecil bahwa Anda "tidak cukup baik" untuk berhasil.

6. Menekan Emosi

Dididik untuk tidak menangis atau selalu kuat bisa membuat Anda dewasa dengan kesulitan mengekspresikan perasaan. Akibatnya, Anda cenderung merasa hampa atau jauh dari emosi sejati Anda.

Menyadari perilaku yang tanpa sadar menyakiti inner child adalah langkah awal yang sangat penting menuju pemulihan. Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi kita bisa memilih untuk memperlakukan diri dengan lebih lembut, penuh kasih, dan bertanggung jawab. 

Jika Anda merasa beberapa poin di atas sangat sesuai dengan pengalaman pribadi, itu artinya inner child Anda sedang meminta perhatian. Berikan ruang bagi diri Anda untuk merasa, menerima, dan perlahan-lahan sembuh. 

Bila perlu, jangan ragu untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental agar perjalanan penyembuhan Anda lebih terarah. Ingatlah, Anda layak dicintai, baik oleh orang lain maupun oleh diri Anda sendiri.

EDITOR: Candra Mega Sari