← Beranda
Jika Biasa Tidur dengan Kebisingan, Inilah 7 Ciri Kepribadian dari Mereka yang Suka Tidur dengan Suara Keramaian
Wahyu Eka PutraSelasa, 16 September 2025 | 13.25 WIB
Ilutrasi orang yang biasa tidur dengan suara bising. Freepik

JawaPos.com - Jika Anda termasuk orang yang sulit tidur tanpa suara latar, Anda tidak sendirian. 

Faktanya, psikologi menunjukkan bahwa preferensi ini mungkin mengungkapkan lebih banyak tentang kepribadian Anda daripada yang Anda duga.

Menurut para ahli yang dilansir dari Geediting, ada tujuh ciri khas yang sering ditemukan pada orang yang lebih suka kebisingan daripada keheningan saat tidur. 

Sebelum Anda meraih masker tidur dan mesin derau putih malam ini, Anda mungkin ingin mengintip apa saja ketujuh sifat ini.

Siapa tahu? 

Anda mungkin menemukan sesuatu yang baru tentang diri Anda. Atau lebih baik lagi, memahami aspek-aspek ini bahkan dapat membantu Anda menyesuaikan rutinitas tidur agar tidur malam lebih nyenyak. 

1. Anda Seorang Multitasking

Nah, kalau kamu butuh suara latar untuk tidur, kemungkinan besar kamu jago multitasking. 

Lihat, suara yang konsisten itu seperti cara otakmu mengelola banyak tugas dalam hal ini, selayaknya tidur dan mendengarkan.

Psikolog berpendapat bahwa orang yang melakukan banyak tugas sekaligus sering kali merasa lebih mudah berkonsentrasi ketika ada suara bising di latar belakang. 

Hal ini mungkin karena suara bising membantu menciptakan lingkungan yang familiar, sehingga memudahkan mereka untuk beralih di antara tugas.

Nah, kalau kamu khawatir soal suara dengungan di latar belakang saat tidur, jangan khawatir. 

Itu cuma otakmu yang sedang menunjukkan kehebatannya dalam melakukan banyak tugas sekaligus. 

2. Lebih Kreatif

Psikolog berpendapat bahwa mereka yang tidur dengan latar belakang bising seringkali memiliki otak kanan yang lebih aktif, sisi yang berkaitan dengan kreativitas dan imajinasi.  

Kebisingan yang konstan dapat menstimulasi bagian otak ini, menciptakan lingkungan untuk berpikir kreatif, bahkan saat tidur.

Jadi, lain kali Anda terhanyut oleh album favorit atau suara hujan yang menenangkan, ingatlah: Anda tidak hanya mendapatkan tidur malam yang nyenyak.

3. Peka Terhadap Lingkungan

Pernahkah Anda masuk ke suatu ruangan dan langsung merasakan suasananya? Jika Anda membutuhkan suara latar untuk tidur, kemungkinan besar Anda juga lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar.

Ini mungkin kedengaran seperti suatu kekurangan, tetapi percayalah, itu tidak benar adanya.

Kesadaran yang tinggi terhadap lingkungan sekitar berkaitan dengan empati dan kecerdasan emosional. 

Hal ini berarti Anda kemungkinan besar pandai memahami perasaan dan kebutuhan orang lain. 

Otak Anda juga menangkap perubahan terkecil di sekitar Anda, termasuk keheningan saat Anda mencoba tidur.  

Jadi, kipas angin yang berputar di latar belakang? Itu bukan sekadar kebisingan; itu adalah sesuatu yang konstan dan menenangkan di dunia yang terus berubah.

Ya, membutuhkan distraksi untuk tidur mungkin berarti Anda lebih selaras dengan dunia di sekitar Anda. Dan sejujurnya? Itu sesuatu yang patut dibanggakan.

4. Lebih Mudah Beradaptasi

Kemampuan beradaptasi. Itu adalah sifat yang kita semua perjuangkan, terutama di dunia yang serba cepat saat ini. Coba tebak? Kalau kamu butuh suara latar untuk tidur, mungkin kamu sudah ada di sana.

Soalnya, kemampuan untuk tidur di tengah beragam suara menunjukkan tingkat adaptasi yang tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa Anda mampu beradaptasi dengan berbagai keadaan, bahkan ketika kedamaian dan ketenangan lingkungan tidur Anda terganggu.

Dalam kehidupan, kemampuan beradaptasi ini dapat diterjemahkan menjadi keterbukaan terhadap pengalaman baru, menyesuaikan diri terhadap perubahan dengan mudah, dan bergaul baik dengan berbagai tipe orang.

Siapa sangka kemampuanmu untuk tertidur di tengah hiruk pikuk kota atau radio yang riuh bisa mencerminkan sifat yang begitu terpuji?  

Jadi, terimalah kebisingan itu. Itu bukti semangat pantang menyerah dan kemampuan beradaptasimu. 

5. Memiliki Toleransi Tinggi

Meskipun beberapa orang mungkin merasa ngeri membayangkan tidur dengan suara bising, Anda telah menjadikannya lagu pengantar tidur. 

Dan, bertentangan dengan apa yang mungkin Anda pikirkan, ini bukan berarti kurangnya kepekaan. Justru sebaliknya.

Menurut para psikolog, orang yang tidur dengan kebisingan di latar belakang seringkali memiliki toleransi yang tinggi terhadap ketidaknyamanan. 

Hal ini karena mereka telah berhasil mengubah sesuatu yang dianggap mengganggu oleh banyak orang menjadi sesuatu yang menenangkan.

Namun menariknya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Medicine menemukan bahwa orang yang memiliki toleransi nyeri lebih tinggi juga cenderung lebih tangguh dan lebih baik dalam mengelola stres.

Bila Anda tertidur karena suara kafe yang ramai atau kipas angin yang berputar, Anda tidak hanya beristirahat, Anda juga menunjukkan ketahanan Anda.

6. Sangat Berempati

Pernahkah Anda dikatakan pendengar yang baik atau sangat pengertian? Jika Anda sering tidur dengan suara bising di latar belakang, kemungkinan besar Anda pernah mendengarnya.

Kesadaran tinggi yang sama yang membuat Anda peka terhadap lingkungan sekitar juga memungkinkan Anda peka terhadap perasaan orang lain.

Empati adalah salah satu sifat terindah yang dimiliki seseorang. Artinya, Anda memiliki kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. 

Di dunia di mana semua orang cepat berbicara, Anda mendengarkan, memahami, dan terhubung pada tingkat yang lebih dalam. 

Lain kali Anda tertidur dengan musik latar favorit Anda, ingatlah: hal itu bukan sekadar distraksi kebisingan belaka. 

Itu adalah cerminan kemampuan Anda untuk terhubung, memahami, dan peduli. Dan itu membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

7. Nyaman dengan Hal Tersebut

Jika Anda terbiasa tidur dengan kebisingan di sekitar, kemungkinan besar Anda merasa nyaman dengan ambiguitas.  

Ini adalah sifat penting yang sering ditemukan pada pemimpin dan inovator.

Psikolog menjelaskan bahwa kemampuan untuk tidur di tengah suara-suara yang tak terdefinisi menunjukkan bahwa Anda merasa nyaman dengan ketidakpastian.

Anda tidak membutuhkan lingkungan yang benar-benar tenang dan dapat diprediksi untuk bersantai.

Dalam hidup, ini berarti merasa nyaman dengan tidak memiliki semua jawaban. Anda terbuka terhadap berbagai kemungkinan, Anda tidak ragu untuk menjelajahi hal-hal yang tidak diketahui. 

Kenyamanan terhadap ambiguitas ini lebih dari sekadar sifat, melainkan kekuatan super. Hal ini memungkinkan Anda menavigasi ketidakpastian hidup tanpa rasa takut, merangkul perubahan , dan berkembang di tengah kekacauan.

EDITOR: Hanny Suwindari