← Beranda
5 Tanda Orang yang Berjuang Akan Harga Dirinya dalam Menjalani Suatu Hubungan hingga Mencari Validasi
Risma Azzah FatinKamis, 10 April 2025 | 22.20 WIB
Ilustrasi orang yang punya harga diri cukup tinggi.

JawaPos.com – Harga diri adalah salah satu hal yang sering diabaikan, tetapi hal ini merupakan pengubah permainan dalam hal hubungan.

Tanpa itu, segalanya bisa hancur berantakan, terutama dalam hal bagaimana kita menunjukkan perhatian kepada orang-orang yang kita sayangi.

Ketika kita berjuang dengan harga diri, hal itu tidak selalu terlihat oleh orang lain, tetapi tindakan kita sering kali mengungkapnya.

Hal-hal kecil yang kita lakukan, atau tidak lakukan, dapat mengungkapkan lebih banyak hal tentang pertempuran batin kita daripada yang kita sadari.

Baca Juga: Orang yang Ingin Dianggap Kaya di Media Sosial Sering Kali Melakukan 8 Gaya Hidup Ini Menurut Psikologi, Salah Satunya Makan di Restoran Terus

Dilansir dari laman Personal Branding Blog, berikut 5 tanda-tanda seseorang yang berjuang akan harga diri.

  1. Mencari validasi

Ketika seseorang merasakan harga diri rendah kebutuhan akan mencari validasi eksternal sering kali meningkat tajam. Mereka yang berjuang dengan harga diri sering kali mendapati diri mereka terus-menerus mencari persetujuan, terutama dalam hubungan mereka.

Mereka mungkin merasa perlu menerima kepastian terus-menerus tentang nilai, tindakan, atau keputusan mereka. Dalam suatu hubungan, hal ini dapat terwujud sebagai pencarian tanpa henti akan pujian atau keinginan yang tak terpuaskan akan penegasan dari pasangannya.

Pola ini bukan tentang komunikasi atau umpan balik yang sehat, tetapi ketidakamanan yang lebih mendalam yang berasal dari kurangnya harga diri. Wajar saja bila kita menginginkan validasi dan umpan balik positif dari pasangan.

Baca Juga: Explore Alun-Alun Surabaya: Menikmati Ragam Kuliner di Foodcourt Hingga Nongkrong Asik Bagi Semua Kalangan

  1. Takut konfrontasi

Orang yang berjuang dengan harga diri sering kali berusaha keras untuk menghindari konfrontasi dalam hubungan mereka. Mereka mungkin menekan perasaan, kebutuhan, atau kekhawatiran, semua itu dilakukan demi menjaga keharmonisan.

Perilaku ini berasal dari rasa takut terhadap penolakan atau konflik. Mereka khawatir pasangannya akan meninggalkan mereka jika mereka mengungkapkan ketidakpuasan atau ketidaksetujuan, yang menunjukkan kurangnya keyakinan pada harga diri mereka sendiri.

Sayangnya, ketakutan ini dapat menyebabkan menumpuknya kebencian dan frustrasi, yang pada akhirnya menyebabkan lebih banyak kerugian daripada manfaat. Komunikasi yang asertif, meskipun menantang, sangat penting untuk menjaga hubungan yang sehat dan penuh hormat.

  1. Terlalu sering untuk meminta maaf

Orang-orang yang bergulat dengan harga diri sering kali mendapati diri mereka meminta maaf secara berlebihan. Ini bukan tentang penyesalan yang sungguh-sungguh atas kesalahan yang dibuat tetapi respon otomatis yang muncul dari rasa tidak berharga.

Dalam hubungan, individu-individu ini mungkin meminta maaf untuk hal-hal yang berada di luar kendali mereka atau bahkan karena mengungkapkan perasaan mereka. Keinginan terus-menerus untuk menenangkan orang lain sering kali berasal dari rasa takut ditolak atau konflik.

Meskipun sangat penting untuk meminta maaf saat kita bersalah, meminta maaf secara berlebihan dapat semakin menurunkan harga diri seseorang.

  1. Menetapkan batasan

Menetapkan batasan adalah tindakan mencintai dan menghormati diri sendiri. Ini menandakan bahwa Anda tahu nilai diri Anda dan tidak takut untuk melindungi kedamaian Anda.

Namun, bagi mereka yang bergulat dengan harga diri, menetapkan batasan dapat terasa seperti perjuangan berat. Mereka mungkin khawatir batasan mereka akan menjauhkan orang lain atau membuat mereka tampak egois.

Dalam hubungan, individu-individu ini sering kali berakhir memberi lebih banyak daripada menerima, mengorbankan kebutuhan mereka demi kebahagiaan pasangannya.

  1. Pembicaraan negatif terhadap diri sendiri

Orang yang berjuang dengan harga diri sering terlibat dalam pembicaraan negatif dengan diri sendiri. Dalam hubungan, hal ini dapat terwujud sebagai perasaan tidak layak dicintai, menyalahkan diri sendiri atas setiap konflik kecil, atau terus-menerus membandingkan diri dengan mantan atau teman pasangannya.

Kebiasaan mental yang merusak ini dapat berdampak serius pada harga diri seseorang, yang menimbulkan perasaan tidak mampu dan putus asa. Sangat penting untuk menantang pikiran-pikiran negatif ini dan menggantinya dengan persepsi diri yang lebih berbelas kasih dan realistis.

EDITOR: Hanny Suwindari