JawaPos.com - Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, segala sesuatu di dunia ini dipercaya memiliki energi, baik itu energi positif yang mendatangkan keberuntungan maupun energi negatif yang bisa membawa kesialan.
Beberapa benda yang ada di dalam rumah pun diyakini bisa memengaruhi kehidupan penghuninya, mulai dari kesehatan, keharmonisan rumah tangga, hingga kelancaran rezeki.
Meskipun zaman sudah semakin modern, masih banyak orang yang percaya dengan primbon Jawa dan berusaha menghindari benda-benda yang dianggap membawa sial.
Menurut kanal Youtube Ngaos Jawa, berikut beberapa benda yang menurut kepercayaan masyarakat Jawa sebaiknya tidak disimpan di dalam rumah:
Baca Juga: Keistimewaan dan Tantangan 7 Weton yang Mahir Membaca Tanda-Tanda Sebelum Kejadian Tertentu
1. Cermin Retak atau Pecah: Cermin bukan hanya alat untuk berkaca, tetapi juga dipercaya memiliki makna simbolis yang dalam. Jika ada cermin yang retak atau pecah di dalam rumah, sebaiknya segera dibuang karena dianggap bisa membawa energi negatif.
Selain karena alasan di atas, cermin yang pecah sering dikaitkan dengan retaknya hubungan keluarga dan bahkan bisa menjadi “portal” bagi makhluk halus untuk masuk ke dalam rumah.
2. Jam Dinding yang Mati: Jam dinding yang mati melambangkan waktu yang berhenti dan dalam kepercayaan Jawa, ini bisa berarti keberuntungan dan rezeki yang terhenti juga.
Baca Juga: Dua Anak Dapat Memberikan 7 Manfaat Terbaik bagi Kesehatan Mental Wanita
Jika ada jam mati di rumah, lebih baik segera ganti baterainya atau perbaiki agar energi dalam rumah tetap mengalir dengan baik.
3. Sapu yang Diletakkan Terbalik: Sapu dalam posisi terbalik dipercaya bisa membawa kesialan dan pertengkaran dalam rumah tangga. Beberapa orang juga meyakini bahwa hal ini bisa mengundang makhluk halus datang ke rumah. Oleh karena itu, pastikan sapu selalu disimpan dalam posisi yang benar.
4. Guci atau Barang Pecah Belah yang Retak: Barang pecah belah yang sudah retak sebaiknya tidak disimpan di rumah karena melambangkan keberuntungan yang bocor. Dalam kepercayaan Jawa, menyimpan benda pecah bisa menghambat rezeki dan menandakan hubungan keluarga yang tidak harmonis.
5. Pakaian Lama yang Lusuh atau Robek: Pakaian yang sudah tidak layak pakai sebaiknya tidak disimpan terlalu lama. Selain membuat rumah terlihat berantakan, baju lusuh dipercaya bisa membawa aura negatif dan menyebabkan kemunduran dalam kehidupan pemiliknya.
6. Menumpuk Sepatu atau Sandal Secara Sembarangan: Sepatu dan sandal yang berantakan dipercaya bisa membawa energi kacau dalam rumah. Kebiasaan ini dikaitkan dengan pertengkaran dan suasana rumah yang tidak harmonis. Untuk menjaga energi tetap positif, biasakan menyusun sepatu dan sandal dengan rapi.
7. Payung yang Dibuka di Dalam Rumah: Membuka payung di dalam rumah dianggap bisa menutup jalan rezeki. Meskipun terdengar sepele, banyak orang yang tetap menghindari kebiasaan ini demi menjaga keberuntungan.
Meskipun semua ini berdasarkan kepercayaan, tidak ada salahnya untuk tetap menjaga kebersihan dan kerapihan rumah agar energi di dalamnya tetap positif. Percaya atau tidak, yang paling penting adalah menjaga lingkungan rumah agar nyaman bagi seluruh penghuninya.