← Beranda

Tanpa Sadar, 7 Kebiasaan Ini Sering Dilakukan Orang yang Haus Kasih Sayang

Lola Amelia Putri YaniSelasa, 8 April 2025 | 23.51 WIB
Ilustrasi orang kurang kasih sayang. (Freepik)

JawaPos.com - Pernah merasa hampa, meskipun dari luar semuanya terlihat baik-baik saja. Atau mungkin kamu sering merasa ada yang kurang, tapi tidak tahu apa? Tanpa disadari, rasa haus akan kasih sayang bisa muncul dalam bentuk kebiasaan-kebiasaan kecil yang tampak remeh, namun ternyata cukup dalam dampaknya.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang kelaparan secara emosional. Mereka tidak selalu meminta perhatian terus-menerus, tapi kekosongan itu terlihat dari cara mereka bersikap. Jika kamu pernah merasakan hal serupa, bisa jadi kamu juga mengalami hal ini.

Dilansir dari laman DMNews pada Selasa (8/4), berikut tujuh kebiasaan yang sering dilakukan secara tidak sadar oleh orang yang sebenarnya sedang haus akan kasih sayang.

1. Tertarik Pada Orang yang Sulit Didekati Secara Emosional

Pernah kamu merasa tertarik pada seseorang yang bersikap dingin, tidak konsisten, atau bahkan terang-terangan tidak ingin terjalin dalam hubungan serius. Secara tidak sadar, kita justru menganggap orang seperti ini sebagai tantangan, seolah jika kita cukup sabar dan penuh kasih, mereka akhirnya akan terbuka dan membalas perasaan kita.

Namun kenyataannya, pola ini sering kali membuat kita terus berharap dan berjuang, tanpa pernah benar-benar mendapatkan kedekatan yang kita butuhkan. Jika kamu merasa sering tertarik pada orang yang sulit dijangkau secara emosional, mungkin saatnya bertanya pada diri sendiri, Apakah kamu terbiasa harus berusaha keras demi mendapatkan sedikit kasih sayang?

2. Terlalu Banyak Memberi Demi Merasa Dihargai

Memberi kepada orang lain adalah hal yang mulia. Tapi kadang, kita melakukannya bukan semata-mata karena tulus, melainkan karena berharap akan mendapat kasih sayang sebagai balasan. Orang yang merasa kekurangan afeksi sering kali menunjukkan perhatian secara berlebihan selalu siap membantu, rela berkorban, bahkan sulit mengatakan "tidak" semua itu dilakukan dengan harapan akan diterima dan dicintai.

Sayangnya, ketika kebaikan itu tidak dibalas dengan kasih yang sama, justru merasa kecewa dan terluka. Hal ini bukan karena ingin memanipulasi, tapi karena jauh di dalam hati, kamu sedang mencari rasa aman dan ingin merasa berarti bagi seseorang.

3. Bertahan dalam Hubungan yang Harusnya Sudah Berakhir

Memilih untuk tetap berada dalam hubungan yang sebenarnya sudah tidak sehat, hanya karena takut menghadapi rasa sepi setelah perpisahan. Saat seseorang kekurangan kasih sayang, bahkan bentuk perhatian yang kecil pun bisa terasa sangat berharga.

Keadaan ini sering disebut sebagai skin hunger sebuah kerinduan mendalam akan sentuhan fisik dan keintiman emosional. Karena rasa takut akan kesendirian begitu kuat, seseorang bisa saja bertahan dalam hubungan yang tidak memberi kenyamanan atau pertumbuhan emosional, hanya demi menghindari kekosongan. Mereka meyakinkan diri bahwa “setidaknya ada seseorang” daripada tidak ada siapa-siapa, meskipun hubungan tersebut tidak benar-benar membahagiakan.

Baca Juga: Cukup Lakukan 2 Menit, 7 Kebiasaan yang Bisa Bikin Kamu Lebih Tenang dan Bebas dari Stres, Menurut Psikolog

4. Menyamakan Perhatian dengan Kasih Sayang

Flirt, pujian, atau pesan-pesan manis sering disalah artikan sebagai bentuk kasih sayang, padahal itu bisa jadi hanya perhatian sesaat. Akibatnya, seseorang bisa terjebak dalam hubungan yang dangkal. Orang yang kurang kasih sayang sejak kecil cenderung mencari bentuk perhatian apa pun dan menganggapnya sebagai cinta, padahal tidak semua perhatian mengandung keintiman atau kedekatan emosional sejati.

5. Denial saat Mendapatkan Cinta

Bagi sebagian orang, menerima cinta yang tulus terasa aneh atau tidak nyaman. Mereka mungkin menolak pujian atau kebaikan karena merasa tidak layak mendapatkannya. Jika seseorang tumbuh dalam lingkungan yang dingin secara emosional, cinta yang sehat bisa terasa asing. Butuh waktu dan kebiasaan untuk bisa menerima dan percaya bahwa mereka pantas dicintai.

6. Terus-Menerus Mencari Kepastian

Karena tidak adanya kasih sayang yang konsisten, orang bisa merasa cemas dalam hubungan dan terus bertanya: “Kamu masih cinta aku, kan?” Kebiasaan ini bisa melelahkan dan merusak hubungan. Kebutuhan akan kepastian berlebihan sering berasal dari pengalaman masa lalu, di mana cinta terasa tidak pasti atau bersyarat. Untuk mengatasinya, penting untuk belajar mengenali dan menenangkan rasa cemas dari dalam diri.

7. Menyepelekan Kebutuhan Emosional Sendiri

Banyak orang yang kelaparan kasih sayang merasa takut dianggap terlalu banyak menuntut. Mereka menyembunyikan perasaan dan menahan diri agar tidak “mengganggu” orang lain. Tindakan ini bukan menciptakan kedekatan, tapi justru membangun tembok dan menghasilkan rasa tertekan. Keintiman sejati hanya bisa terjadi ketika seseorang berani jujur tentang perasaannya, meskipun dimulai dari hal kecil. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah