JawaPos.com - Jasad seorang pria mengenakan pelampung merah ditemukan terdampar di Pantai Gantingan, Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Senin (21/9) pagi.
Jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin di perairan Laut Jawa.
Proses evakuasi jenazah di pesisir Seruyan tersebut melibatkan tim gabungan dari Polairud, Basarnas, dan TNI. Petugas di lapangan bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga setempat.
Kepala Desa Sungai Perlu, Siti Halisah, mengonfirmasi bahwa lokasi penemuan jasad di Pantai Gantingan terpisah dari titik ditemukannya sekoci penyelamat (liferaft) beberapa waktu sebelumnya.
"Mayat ini ditemukan di Pantai Gantingan, Desa Sungai Perlu," ujar Siti Halisah dikutip dari Kalteng Pos (JawaPos Group), Senin (21/9).
Hingga saat ini, identitas pasti dari jenazah tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Sehari sebelum insiden ini, sosok jasad pria berpelampung merah juga sempat ditemukan warga terdampar di kawasan Sungai Rambai, Desa Sungai Perlu.
Penyelam BSG Temukan Dua Korban di Bangkai Kapal
Di lokasi lain pada hari yang sama, Tim Penyelam Basarnas Special Group (BSG) berhasil mengevakuasi dua korban laki-laki dari dalam bangkai kapal KM Virgo Transport 8 yang karam di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan.
Penyisiran bangkai kapal dilakukan sejak pagi hari. Korban pertama ditemukan pada pukul 09.04 WITA, diikuti penemuan korban kedua hanya selang sembilan menit kemudian, yakni pukul 09.13 WITA.
Usai diangkat ke permukaan, kedua jenazah langsung dievakuasi menggunakan Helikopter HR 3601 menuju Bandara Banjarmasin pada pukul 11.20 WITA. Setibanya di darat, jasad korban diserahkan kepada pihak berwenang guna identifikasi dan penanganan medis lebih lanjut.
Kepala Basarnas, M. Syafii, menegaskan bahwa seluruh armada darat, laut, dan udara terus dikerahkan secara optimal demi menuntaskan pencarian seluruh korban yang hilang.
"Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan dan mengevakuasi para korban. Penemuan dua korban hari ini menjadi bagian dari kerja keras seluruh unsur SAR Gabungan. Kami memastikan setiap korban yang ditemukan segera dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur," kata Syafii.
Saat ini, Tim SAR Gabungan masih bersiaga dan melanjutkan penyisiran intensif di sekitar area perairan terdampak.