← Beranda
Korban Penembakan di Papua Pekerja Pertanian, Bukan Intel Tentara
Syahrul YunizarSabtu, 12 September 2026 | 01.39 WIB
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan identitas korban penembakan oleh OPM di Jayawijaya pada Rabu sore (9/9). Dia memastikan para korban bukan intel TNI. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan bahwa korban penembakan di Jayawijaya pada Rabu sore (9/9 bukan intelijen tentara. Ketiga korban yang meninggal dunia merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. 

Menurut Maruli, Organisasi Papua Merdeka (OPM) memang kerap melempar isu. Bahwa korban penembakan adalah tentara atau intelijen. Namun demikian, orang nomor satu di TNI AD itu memastikan bahwa korban penembakan merupakan warga sipil yang sehari-hari bertugas di sektor pertanian.

“Kan rekan-rekan media tahu, itu memang pekerja, orang dari NTT, orang masih muda ingin membantu di daerah (Papua),” ucap Maruli saat ditemui di sela Munas Pengurus Besar (PB) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) XX di Jakarta pada Jumat (11/9).

Baca Juga: Optimalisasi Alat Berat Menjadi Kunci Produktivitas Industri Tambang

Maruli menyatakan, OPM memang kerap melempar isu yang tidak benar. Utamanya saat ketahuan menyerang warga sipil hingga meninggal dunia. 

​“Sekarang nyerang (korban) yang sipil di situ, semua dianggap intel. Itu berulang-ulang bicaranya seperti itu,” sesalnya.

Perwira tinggi (pati) TNI AD yang pernah bertugas sebagai panglima Kostrad itu pun mempersilakan publik untuk cek langsung latar belakang para korban. Di antara 3 korban itu, seorang anak muda yang baru mulai bekerja namun harus kehilangan nyawa akibay ulah OPM. 

“Slakan dicek saja secara umum. Apakah betul orang-orang itu intel-intel kami. Kan (mereka) pekerja-pekerja pertanian itu. Ada umur masih 24 tahun baru mulai kerja di sana,” tegasnya. 

Baca Juga: Brace Jose Enrique, Persik Kediri Sikat Garudayaksa 2-0

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menyampaikan, pemulangan jenazah ketiga korban sudah berlangsung sejak Kamis (10/9). Sesuai jadwal dan rencana, jenazah para korban diperkirakan tiba di rumah duka masing-masing hari ini (11/9). 

”Jenazah (korban) atas nama WB telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kupang,” kata dia. 

Pesawat yang membawa jenazah tersebut terbang dari Wamena untuk transit di Sentani. Kemudian melanjutkan penerbangan ke Makassar. Dari Makassar ke pesawat lebih dulu ke Jakarta. Dan dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB, kembali terbang ke Kupang. 

”Pagi ini sekitar pukul 07.00 waktu setempat akan tiba di Bandara El Tari,” terang Yusuf.

Sementara itu, 2 jenazah korban lainnya masih berada di Jayawijaya. Rencananya akan diberangkatkan menuju kampung halaman masing-masing hari ini. Satu jenazah korban akan dipulangkan ke Maumere di NTT dan satu lainnya ke Toraja di Sulsel. 

Baca Juga: IEE Series Angkat Tren Truk Tambang Full Electric dan Battery Swap

Kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Yusuf meminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Sebab, pihak kepolisian sudah mengantongi identitas dan ciri-ciri para pelaku penembakan. Kini mereka tengah dikejar untuk mempertanggungjawabkan kejahatan yang merenggut korban jiwa.

EDITOR: Bintang Pradewo