← Beranda
Kepala BGN Sebut Beberapa Kasus Keracunan MBG Telah Naik Sidik
Dimas ChoirulJumat, 4 September 2026 | 21.27 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bersama para wakil kepala dan sejumlah pejabat utama BGN menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com — Kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai masuk ke ranah hukum, bahkan beberapa sudah naik ke tahap penyidikan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menyebabkan gangguan kesehatan atau keracunan telah diselidiki aparat kepolisian.

Sudaryono mengatakan, proses hukum terhadap SPPG yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan makanan sepenuhnya bergantung pada hasil penyelidikan dan penyidikan aparat penegak hukum.

"Ini beberapa jadi gini pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat berwajib," kata Sudaryono kepada wartawan usai RDP bersama Komisi IX DPR, Kamis (3/9) malam. 

Dia mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima BGN dari kepolisian, terdapat beberapa titik dapur yang menyebabkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan dan kini tengah diproses oleh aparat.

"Sejauh ini laporan yang kami terima dari kepolisian, beberapa titik dapur yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan keracunan makanan itu dilakukan penyelidikan dan ada yang sudah naik penyidikan," ujarnya.

Meski demikian, Sudaryono tidak menyebut detail di kasus keracunan mana yang sudah naik penyidikan tersebut. Ia juga belum memastikan apakah proses tersebut telah menetapkan tersangka. 

Menurut dia, penentuan tersangka merupakan kewenangan aparat penegak hukum (APH) berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan.

"Nah apakah ada yang tersangka atau tidak kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan. Gitu kira-kira terima kasih," katanya.

Sebagaimana diketahui, dugaan kasus keracunan setelah mengonsumsi MBG kembali terjadi di sejumlah daerah. Dalam tiga hari, sejak 1 hingga 3 September 2026 saja, sedikitnya 2.269 siswa dan warga sekolah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG. 

Baca Juga: Usai Kunjungi Santri Keracunan MBG di RSUD Sidoarjo, Wakil Kepala BGN Evaluasi Menu SPPG

Angka tersebut dihimpun dari laporan sejumlah media jaringan Jawa Pos Group dan JawaPos.com serta berbagai sumber hingga Kamis (3/9) malam. Enam daerah yang mencatat kejadian tersebut yakni Rembang, Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Tana Toraja, dan Agam.

Namun, angka tersebut masih bersifat sementara. Sebab, sejumlah pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap korban dan pemeriksaan terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan.

 

EDITOR: Kuswandi