← Beranda
Tak Hanya Sandera 9 Perempuan, KKB Bunuh Seorang Ibu Lalu Buang Anaknya ke Jurang
Syahrul YunizarRabu, 19 Agustus 2026 | 23.52 WIB
Satgas Operasi Damai Cartenz mengevakuasi 2 jenazah korban KKB di Yahukimo pada Jumat (26/9). (Polri)

JawaPos.com - Tindakan sadis dilalukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM). Polisi menduga kelompok bersenjata itu menyandera 9 perempuan, membunuh seorang ibu, dan membuang anak korban pembunuhan tersebut ke dalam jurang.

Peristiwa itu terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Selasa (18/8). Menurut polisi, pembunuhan terjadi saat KKB berusaha membawa 10 orang perempuan ke dalam hutan. Salah satu perempuan menolak. Dia kemudian ditembak hingga tewas. Tak hanya itu, anak korban dibuang ke dalam jurang.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengkonfirmasi informasi tersebut. Dia mengakui telah menerima laporan penyanderaan tersebut. Dari laporan yang dia terima, ada 11 orang yang menjadi sasaran KKB. Namun 2 orang menolak dibawa ke dalam hutan.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Orang yang Kurang Kompeten dan Cenderung Malas Menurut Psikologi

”Informasinya, ibunya tewas ditembak, sedangkan anaknya dibuang ke jurang. Sementara 9 perempuan lainnya dibawa ke hutan,” kata Alredo pada Rabu (19/8).

Laporan yang diterima oleh pihak kepolisian menyebutkan bahwa 9 orang perempuan yang disandera masing-masing bernama Nemerina Wamanf (17) yang dilaporkan sedang hamil muda, Alin Mesawarol (pelajar kelas VI SD), Nopi Aim (pelajar kelas IV SD), Opinte Mesawaro (pelajar kelas III SD), Yotina Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).

”Untuk identitas korban meninggal dunia akibat ditembak Neregingget Magai (48) dan anak yang dilempar ke jurang Inkolung Aim, dengan kondisi luka patah kaki,” terang dia.

Atas tindakan KKB tersebut, pihak kepolisian sudah mengambil langkah. Saat ini petugas menindaklanjuti laporan, melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan memperkuat pengamanan di wilayah Jila. Polres Mimika juga sudah meminta perkuatan personel dari Brimob Polri.

Namun demikian, kondisi geografis menjadi kendala dalam pengiriman personel ke Distrik Jila. Menurut Alredo, akses menuju distrik tersebut hanya dapat ditempuh melalui jalur udara. Karena itu, pengerahan personel dalam jumlah besar membutuhkan dukungan transportasi udara.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Orang yang Kurang Kompeten dan Cenderung Malas Menurut Psikologi

”Kemungkinan kami akan mengirim personel menggunakan helikopter, 1 regu dari Batalyon B Brimob Mimika,” kata dia.

Meski belum tertangkap, KKB yang menyandera 9 orang perempuan diperkirakan berjumlah 15 orang. Polisi menyebut, kelompok itu masih sama dengan dalang di balik penyerangan Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia di Jila pada 17 Agustus 2026. Dalam serangan tersebut, seorang prajurit TNI gugur dan 2 lainnya mengalami luka tembak.

”Kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila. Setelah melakukan penembakan, kemudian terjadi aksi penyanderaan,” tandasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo