JawaPos.com - Dugaaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan tahun 2023-2024, diduga tak hanya merugikan keungan negara Rp 622 miliar dan menguntungkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Rp 4,8 miliar. Jaksa Penuntut Umum KPK menyebut, perkara tersebut menguntungkan 27 pihak, terdiri dari 25 perseorangan dan 2 pihak dari unsur korporasi.
Adapun, para pihak yang meraup pundi-pundi rupiah, yakni sebanyak 313 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) disebut memperoleh keuntungan dengan nilai mencapai Rp 478.173.058.166,41. Selain itu, Koperasi Perahu disebut menerima USD 26.500.
Baca Juga: Eks Menag Yaqut Cholil Didakwa Rugikan Negara Rp 622 Miliar dan untung Rp 4,8 Miliar dari Kasus Haji
Berikut data para pihak yang meraih keuntungan dari korupsi kuota haji:
Memperkaya orang lain:
1. Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex: USD 5.233.800 dan Rp330.000.000.
2. Rizky Visa Abadi: USD 475.000 dan Rp 50.000.000.
3. Abdul Muhyi: USD 308.500.
4. Ridwan Kurniawan: USD 512.500 dan Rp 250.000.000.
5. Iyah Nuryah: USD 70.000.
6. Dodi Suhada: USD 59.500.
7. Tamau: USD 3.000.
8. Adam Fakih Mukoddam: USD 3.000.
9. Bambang Sutrisno: USD 80.000.
10. Hud Rifky Assegaf: USD 130.000.
11. Anjas Asmara: USD 30.000.
12. Hafidz: USD 94.600.
13. Ma'ky Abdul Soleh: USD 5.000.
14. Roy Kurniawan: USD 18.500.
15. Rahmat Wildan: USD 7.000.
16. Farid Aljawi: USD 52.500.
17. Ahmad Taufik: USD 126.200.
18. Muzaki Kholis: USD 84.500.
19. Badrussalam: USD 4.500.
20. Muhammad Zaki Yamani: Rp 353.600.000.
21. Amaludin Wahab: USD 602.600.
22. Shihabul Muttaqin: USD 493.400.
23. Tauhid Hamdi: USD 20.000.
24. Ali Maki: USD 19.600.
25. Bukhari Yusuf: USD 56.000.
Memperkaya korporasi:
1. Sebanyak 313 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK): Rp 478.173.058.166,41.
2. Koperasi Perahu: USD 26.500.