JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (20/7). Operasi senyap itu diduga melibatkan unsur penyelenggara negara di wilayah NTB.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya giat tangkap tangan tersebut. "Benar," kata Fitroh dikonfirmasi JawaPos.com, Senin, (20/7).
Meski demikian, Fitroh masih enggan mengungkap pihak-pihak yang diamankan dalam giat penindakan tersebut. Diduga OTT itu menyasar salah satu kepala daerah di wilayah tersebut.
Bahkan, tim penindakan KPK disebut telah menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini di pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Barat pada Senin (20/7).
Namun, si saat yang bersamaan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dikabarkan tidak diketahui keberadaannya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat Akhmad Saikhu membenarkan informasi tersebut.
"Begitu paginya kami masuk kantor, situasinya sudah seperti itu (tersegel dengan lambang KPK)," katanya, sebagaimana dilansir dari Antara.
Baca Juga: KPK Amankan Uang dan Emas Total Rp 21,2 Miliar dari OTT Bupati Sukoharjo Etik Suryani
Menurut dia, Lalu Ahmad Zaini bersama jajaran pejabat Pemkab Lombok Barat beberapa jam sebelumnya sempat mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di halaman kantor Bupati Lombok Barat pada Senin subuh (20/7).
"Selesai nonton, kami pada pulang. Dan paginya pas balik kantor, situasinya sudah seperti ini, kami kaget," ucapnya.
Ia mengaku telah mencoba menghubungi Lalu melalui ajudan. Namun, Saikhu memastikan nomor kontak telepon Bupati Lombok Barat sudah tidak aktif.
"Dikontak, sudah tidak aktif," pungkasnya.