JawaPos.com - Eggi Sudjana ikut buka suara pasca mendapat informasi bahwa Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan (Jaksel) melepas Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dari tahanan.
Menurut dia, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) itu harusnya ditahan oleh jaksa.
Pria yang juga pernah terseret dalam kasus tersebut mendesak agar jaksa menahan kedua tersangka.
Menurut dia, keputusan tidak menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa bisa ditafsirkan macam-macam oleh publik. Apalagi dalam penanganan kasus tersebut, jaksa sudah menyatakan berkas perkara lengkap atau P21. Sehingga kedua tersangka bisa dilimpahkan untuk selanjutnya didakwa di persidangan.
”Konstruksinya dalam perspektif hukum, kalau poin-poin mendasar dari ayat-ayat atau pasal yang dilanggarnya itu memenuhi syarat untuk bisa ditahan karena sanksi hukumnya lebih dari 5 tahun, kemudian jaksa tidak menahan, pasti alasannya bukan hukum. Itu pasti alasannya politik,” kata Eggi kepada awak media pada Senin (22/6).
Karena itu, Eggi mendesak agar jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Jaksel menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa. Menurut dia, jaksa harus berpihak pada penegakan hukum yang profesional. Jika kedua tersangka tidak ditahan, dia khawatir penilaian publik terhadap jaksa menjadi negatif.
”Masyarakat terutama saya sebagai advokat, melihat Kejaksaan yang sifatnya sudah terlalu berpihak. Sementara hukum itu harusnya objektif. Dia tidak boleh berpihak kepada siapa pun. Dia harus menegakkan hukum yang tertera dalam hukum itu sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eggi menyoroti keputusan jaksa yang sudah menyatakan kasus tersebut P21. Menurut dia, jika Roy Suryo dan Dokter Tifa tidak ditahan harusnya jaksa tidak menyatakan berkas perkara kasus tersebut sudah lengkap. Mestinya, berkas dikembalikan kepada penyidik kepolisian untuk diperbaiki atau P19.
”Kalau dari pihak Kejaksaan tidak menahan (Roy Suryo dan Dokter Tifa) untuk apa kau bilang masuk P21, kenapa kau terima P21, balikin saja lagi P19. Berarti kan ada yang kurang,” ucap dia.
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jaksel Marcelo Bellah membenarkan keputusan instansinya melepas atau membebaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa dari dalam tahanan. Dia mengaku pihaknya telah menerima surat permohonan penangguhan penahanan dari kuasa hukum dan keluarga tersangka.
”Sesuai mekanisme dan ketentuan berlaku terhadap para tersangka tidak dilakukan penahanan. Berdasarkan pendapat dari tim jaksa penuntut umum terhadap permohonan kuasa hukum dan keluarga tersangka, untuk tidak dilakukan penahanan,” terang dia.
Marcelo mengungkapkan bahwa keluarga kedua tersangka mengajukan diri menjadi penjamin. Mereka memastikan bahwa kedua tersangka nantinya akan hadir dalam persidangan. Sehingga jaksa mempertimbangkan permohonan tersebut dan mengabulkannya.
”Mempertimbangkan keluarga sebagai penjamin yang bersedia menerima risiko apabila tersangka tidak hadir dalam persidangan serta surat pernyataan dari para tersangka yang akan senantiasa kooperatif memenuhi segala kewajiban,” ujarnya. (*)