JawaPos.com – Seorang santriwati berinisial F,22, asal Pekalongan viral mengaku hamil hingga melahirkan tanpa berhubungan badan. Dari narasi yang beredar, F hamil hanya sebentar, yakni pada September 2025, lalu Desember 2025 melahirkan. Anehnya, yang juga membuat kaget keluarga, selama masa kehamilan itu perut F membesar hanya ketika waktu Maghrib sampai Isya. Setelah itu perutnya mengecil kembali seperti tidak hamil.
Slamet, ayah F, berkeyakinan bahwa begitulah yang terjadi pada F.
"Kami sudah meyakini memang begitu kejadiannya. Kami sudah meyakini dan menganggap ini takdir Allah. Biar orang tidak percaya. Kami pun heran dan bingung, tapi mau bagimana? Saya perlu menjelaskan bagiamana lagi?" kata Slamet dan istrinya, saat ditemui wartawan, dikutip dari Metropekalongan.com (JawaPos Group), Rabu (27/5).
Pasangan suami-istri ini juga mengiyakan pula soal perut F yang hanya membesar pada waktu tertentu.
"Iya, memang begitu. Bahkan seminggu sebelum melahirkan, anak saya masih bisa tiduran tengkurap sambil mainan HP," terang mereka.
Ditanya kapan mimpi-mimpi ‘aneh’ itu dialami F, Slamet mengatakan terjadi saat F masih berada di ponpes dan juga ketika di rumah. F selalu bercerita.
"Baru menyadari hamil ketika dia sudah tidak menstruasi itu, September itu," ucapnya.
Ia menjabarkan, F mondok selama tujuh tahun sejak lulus MTs (Madrasah Tsanawiyah). Selama di ponpes, F juga sering ia jenguk tiap masa sambang pondok.
Tidak ada kecurigaan. Slamet juga yakin ponpes tersebut sangat ketat. Lokasi santri laki-laki dan perempuan juga terpisah.
"Kami pun pernah mendesak F berpacaran sama siapa, berhubungan badan dengan siapa, ya dia menjawab tidak berpacaran apalagi melakukan hal begitu di luar nikah," ungkapnya.
Slamet dan istri saat ini bersepakat untuk tidak menanggapi isu yang beredar di luar. Juga tidak akan mengambil tindakan penyelidikan maupun jalur hukum untuk mencari tahu siapa ayah cucu mereka.
"Lah, mau menuntut ke siapa? Mau minta tolong siapa? Wong anak saya juga bingung dengan kejadian yang menimpanya ini. Sudah, ini sudah kami anggap takdir Allah," tegasnya.
Bayi F, kata Slamet, sudah diadopsi oleh sebuah keluarga di Kabupaten Banjarnegara. Ia mengaku proses adopsi itu dilakukan secara resmi. Ia dan istrinya juga telah mengunjungi lokasi keluarga pengadopsi agar mengetahui di mana bayi itu tinggal.
"Bayinya ganteng. Ya, ada rasa sedikit menyesal harus kami serahkan ke pengadopsi, siapa tahu nanti dia jadi orang besar atau wali. Tapi kalau tetap di sini, ya tahu sendiri bagaimana lah. Nanti anak saya jadi dibully terus," ucapnya.
Slamet hanya berharap publik tak lagi membesarkan isu ini. Sebab kondisi mental F makin hari kian drop. Padahal awalnya, kata dia, F malah yang menguatkan Slamet.
"Awalnya malah dia yang menguatkan saya agar menerima kejadian ini dan mengajak menghadapi bersama. Tapi makin ke sini makin viral. Anak saya makin drop. Sekarang sudah saya larang lihat media sosial. Saya juga tidak lihat berita dan medsos," bebernya.