← Beranda
Soroti Perwira Polri Disanksi Diduga Akibat Ungkap Mafia BBM, DPR Minta Kasusnya Dibuka ke Publik
Muhammad RidwanSenin, 9 September 2024 | 01.10 WIB
Kendaraan mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Jakarta, Kamis (25/5/2023). PT Pertamina Patra Niaga resmi menerapkan skema full registran menggunakan aplikasi My Pertamina untuk pembelian BBM solar di wilayah Jakarta hari ini (25/5). Skema full regis

 

 
JawaPos.com - Perwira Polri Inspektur Dua (Ipda) Rudy Soik dijatuhkan sanksi kode etik dari institusinya diduga akibat mengungkap mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di NTT.
 
Komisi III DPR RI meminta kejelasan dari Polri terkait kasus ini demi keadilan agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.
 
Baca Juga: Ubah Hinaan jadi Motivasi, 5 Weton Ini Makin Kaya Raya dan Berjaya Meski Sering Diremehkan, Menurut Primbon Jawa
 
“Permasalahan ini perlu menjadi perhatian karena terlalu kental dengan nuansa manipulasi,” kata Anggota Komisi III Gilang Dhielafararez kepada wartawan, Jumat (6/9).
 
Permasalahan ini bermula dari terbongkarnya dugaan seorang polisi yang berpangkat Bripka terlibat mafia BBM jenis solar yang dibawa ke wilayah Perbatasan RI-RDTL (Republik Demokratik Timor Leste) untuk kepentingan proyek APBN. BBM bersubsidi yang diselundupkan ke Timor Leste ini hasil dari penimbunan para pengepul yang dibacking oknum polisi di NTT. 
 
Baca Juga: 7 Kebiasaan Orang Kaya yang Bisa Anda Tiru, Menurut Psikologi: Rahasia Sukses Mencapai Kebebasan Finansial
 
Gilang meminta kasus itu diusut secara transparan, apalagi ada dugaan pertikaian terkait masalah yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat.
 
“Patut diduga apa yang disampaikan Rudy Soik terkait pembunuhan karakter untuk dirinya benar. Karena alasan pemberian sanksi menurut saya terlalu mengada-ada, karena ada jajaran anggota Polri lainnya di tempat makan karaoke itu,” ungkapnya.
 
Baca Juga: Pendaftaran CPNS Tinggal 2 Hari Lagi, Berikut Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi
 
Ia memastikan, akan ikut mengawal permasalahan ini mengingat Polri merupakan mitra Komisi III DPR. 
 
"Secara akal sehat, kita bisa melihat ada upaya penjegalan terhadap saudara Rudy Soik yang sedang menjalankan tugasnya dalam mengusut jaringan mafia BBM bersubsidi,” pungkas Gilang.

 

EDITOR: Banu Adikara