← Beranda
Polisi Pastikan Kecelakaan Bus Di Guci Bukan Karena Anak Kecil Memainkan Rem Tangan
Sabik Aji TaufanSenin, 8 Mei 2023 | 19.06 WIB
Bus yang membawa rombongan ziarah dari Tangerang terjun ke jurang di Kawasan Objek Wisata Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal.
 
JawaPos.com - Polres Tegal masih menyelidiki kasus bus pariwisata terperosok ke sungai di kawasan Guci, Tegal, Jawa Tengah. Sejauh ini belum dapat dipastikan penyebab bus tersebut tiba-tiba maju sendiri dan terperosok ke dalam sungai.
 
"Ya jadi ini masih tanda tanya, sehingga kami masih selidiki penyebab kendaraan tersebut berjalan," kata Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun saat dihubungi, Senin (8/5).
 
Baca Juga: Kadinkes Lampung Reihana Penuhi Undangan Klarifikasi LHKPN KPK
 
Namun, Sajarod memastikan penyebab kecelakaan bus bukan karena anak kecil memainkan rem tangan. Hal itu berdasarkan keterangan saksi-saksi di dalam bus.
 
"Itu tidak benar, karena berdasarkan keterangan para saksi yang saat itu ada di dalam bus atau menjadi korban, menerangkan bahwa tidak ada orang maupun anak yang memainkan daripada rem tangan tersebut," jelasnya.
 
Baca Juga: Selain Kadinkes Lampung, KPK Juga Dalami Harta Kekayaan Bupati Bolaang Mongondow Utara
 
Adapun saksi yang sudah dimintai keterangan yakni sopir bus, kernet bus, dan beberapa penumpang yang berada dalam bus saat kecelakaan.
 
Sebelumnya, Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun, menuturkan bahwa bus pariwisata yang terperosok ke sungai di kawasan Guci, tengah dipanasi mesinnya. Namun, kondisi bus berhenti memang di jalanan yang menurun.
 
Baca Juga: Israel Hancurkan Sekolah Palestina di Tepi Barat
 
"Bus sedang dipanasi dan sudah diganjal dan juga pake hand rem, posisi tempat parkir agak menurun. Ini masih diselidiki kenapa bus bisa jalan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (7/5).
 
Adapun yang memanaskan mesin bus itu, kata Sajarod adalah kernet bus tersebut. Sedangkan sopir sedang berada di luar bus. 
 
Baca Juga: Ditambah 15 Persen, Kuota Calon Jemaah Haji Cadangan Surabaya Menjadi 392 Jemaah
 
Bus ini mengangkut 50 orang dari Tangerang Selatan. Namun, saat peristiwa terjadi, 13 penumpang belum masuk ke dalam bus. Selain 2 korban tewas, 35 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
 
"Dari manifest 50 orang (penumpang), tapi di dalam bus saat kejadian ada 37, sisanya 13 belum naik," pungkas Sajarod.
EDITOR: Banu Adikara