JawaPos.com - Pemandangan berbeda terlihat di tembok besar Teras LA atau Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (23/10). Tembok yang biasa hanya berwarna putih disulap dengan mural yang instagramable.
Delapan muralis profesional bersama sekitar 10 warga setempat terlibat dalam kegiatan penciptaan seni mural di ruang publik tersebut. Pemilihan Teras LA sebagai lokasi mural dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta.
Ketua Jakarta Mural Community, MS Untung mengatakan, kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan karya seni di ruang publik dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Baca Juga: Ramalan Kesehatan Zodiak Aries Jumat, 23 Oktober 2026: Jaga Energi dan Kendalikan Stres
Untung mengatakan keterlibatan warga sangat penting. Pasalnya, mereka bukan hanya menyaksikan proses lahirnya sebuah karya, tetapi turut mengambil bagian dalam pembuatannya.
Dari keterlibatan itu, diharapkan tumbuh rasa memiliki terhadap lingkungan sekaligus kesadaran untuk menjaganya. "Ini kami lagi bikin kegiatan penciptaan seni di ruang publik berbasis kolaborasi masyarakat. Jadi kami menggandeng masyarakat untuk menggarap seni publik," ujar Untung, beberapa waktu lalu.
“Makanya kami melibatkan masyarakat, biar masyarakat juga ikut merasa membuat dan ikut merasa menjaga. Mereka kan terlibat. 'Oh, ini karya saya juga'," tambahnya.
Baca Juga: Apple Uji Face ID untuk iPhone Duo Generasi Kedua, Dipersiapkan Hadir Tahun Depan
Desain Mural lewat FGD
Desain mural ditentukan dengan mempertimbangkan masukan pedagang melalui Focus Group Discussion (FGD).
Unsur kuliner dan fauna ditampilkan sesuai karakter UMKM yang beraktivitas di lokasi tersebut.
"Jadi gambar itu sudah sesuai dengan aspirasilah para pedagang di situ di mana sebelumnya kami melaksanakan forum Focus Group Discussion (FGD) lah dengan para pedagang," kata Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin saat dihubungi pada Jumat (23/10).
"Gambar apa yang dikehendaki untuk dibuatkan muralnya, gitu. Nah, karena lokasi itu adalah lokasi UMKM yang khusus bergerak di bidang kuliner dan fauna, ya makanya di situ terwakili tuh. Ada kulinernya, ada faunanya, itu burung, gitu kan. Kami pengin me-branding-lah tempat itu sehingga dikenal oleh masyarakat," sambungnya.
Ia mengatakan, pelaku UMKM diajak ikut menjaga mural sebagai bagian dari rasa memiliki terhadap lingkungan.
"Di samping itu juga, kami mengajak peran serta daripada para pelaku UMKM di situ untuk bisa menjaga dari tangan-tangan penyemprot itu, tangan-tangan yang tukang suka piloks-piloks, vandalisme," kata dia.
Baca Juga: Ramalan Karier Zodiak Aries Jumat, 23 Oktober 2026: Fokus pada Target dan Peluang Baru
"Intinya sifatnya antisipasi aja. Jadi tuh ikut merasa memilikilah di sekitar itu. Soalnya kan sayang banget kalau ada vandalisme setelah dibagus-bagusin begitu ada coret-coret," tambah dia.
Mural juga dibuat sekaligus sebagai photo booth untuk menarik masyarakat berkunjung ke Teras LA.
"Itu juga bisa menjadi, itu jugalah untuk foto-fotolah. Foto-foto booth-lah di situ. Dijadikan photo booth untuk menariklah, intinya menarik para warga untuk datang ke Teras LA," ucap Djaharuddin.
Rencana peresmian mural dilakukan pada Minggu mendatang serta adanya panggung gembira dan kegiatan seni.
"Rencananya akan diresmiin kan hari Minggu besok ya, di situ nanti ada panggung gembira juga, ada panggung kegiatan dari Dinas Kebudayaan," ujarnya.