JawaPos.com - Sedikitnya 253 rumah dan lima fasilitas ibadah di Bogor rusak usai diguncang gempa bumi M 4,1 pada Kamis (15/10) lalu.
BMKG mengungkap bahwa gempa tersebut termasuk dangkal.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu menjelaskan, gempa pertama di Bogor terjadi pada pukul 17.49.43 WIB dengan magnitudo M 3,5.
Kemudian disusul gempa kedua pada pukul 17.58.23 WIB dengan magnitudo lebih besar, yakni M 4,1.
Baca Juga: Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Terasa Hingga Sukabumi
"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kedua gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang diduga dipicu oleh aktivitas sesar aktif,” kata Ayu, Sabtu (17/10).
Hasil monitoring BMKG mencatat, setidaknya telah terjadi sebanyak 11 kali kejadian gempa susulan setelah kedua gempa utama tersebut dengan magnitudo berkisar M1,6–M2,6.
Namun, hanya dua kejadian gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat.
Sementara itu, data BPBD Kabupaten Bogor mencatat 253 rumah dan 5 fasilitas ibadah terdampak gempa.
Baca Juga: 74 Hari Terputus akibat Gempa, Jalur Kereta Kumamoto Pulih dan Warga Kembali ke Rutinitas
Dari jumlah tersebut, sebanyak 222 rumah mengalami rusak ringan, 25 rumah rusak sedang, dan 6 rumah rusak berat.
Kerusakan tersebar di tiga desa, yakni Desa Purasari di Kecamatan Leuwiliang serta Desa Cibunian dan Desa Purwabakti di Kecamatan Pamijahan.
Di Desa Purasari, petugas mencatat 55 rumah rusak ringan, 13 rumah rusak sedang, dan 3 rumah rusak berat.
Di Desa Cibunian, sebanyak 70 rumah mengalami rusak ringan dan 6 rumah rusak sedang. Desa ini juga melaporkan 2 fasilitas ibadah rusak ringan.
Sementara itu, Desa Purwabakti mencatat 97 rumah rusak ringan, 6 rumah rusak sedang, dan 3 rumah rusak berat.
Baca Juga: Usai Dilanda Gempa M 7,7, Panama Catat Terjadi Lebih dari 45 Gempa Susulan
Selain itu, terdapat 3 fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan ringan. Gempa juga mengakibatkan satu orang mengalami luka ringan. Petugas telah memberikan penanganan kepada korban di klinik.