← Beranda
Buruh Ungkap Alasan Demo Hanya satu Jam: Hindari Macet, Ancam Aksi Lanjutan
Ryandi Zahdomo• Jumat, 25 September 2026 | 02.23 WIB
Sebanyak 50 ribu buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung UOB di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (24/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Massa aksi buruh Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) mengungkap alasan dibalik demonstrasi yang digelar di Jalan MH Thamrin, hanya berlangsung kurang dari satu jam

Perwakilan buruh dari Cibitung Muhammad Husein menjelaskan, sejatinya izin pelaksanaan aksi berlaku hingga pukul 17.00 WIB. Namun, langkah ini diambil demi mencegah timbulnya kemacetan parah di ibu kota.

"Nah izinnya itu sampai jam 5 sore. Namun ada informasi dari Polda bahwa kemacetan sudah mengular sampai Semanggi, jadi kita selesaikan di jam 14.00 WIB," ujar Husein di lokasi aksi, Kamis (24/9).

Husein menambahkan, langkah pembubaran mandiri ini dilakukan guna memastikan arus lalu lintas tidak makin melumpuhkan kawasan sekitar.

Baca Juga: Polres Metro Jakut Minta Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba, Rencanakan Tes Urine untuk Pencegahan

Ia juga meluruskan isu yang beredar dan memastikan tidak ada pergerakan massa menuju area Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Desak Pengesahan RUU Ketenagakerjaan

Meski berlangsung singkat, massa aksi sempat menyampaikan 11 poin tuntutan terkait kesejahteraan pekerja.

Salah satu fokus utamanya adalah mendesak pengesahan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang telah diserahkan kepada Presiden Prabowo.

Husein berharap seluruh poin aspirasi tersebut dapat diakomodasi serta direalisasikan pada keputusannya. Ia pun memberikan sinyal mengenai potensi gelombang aksi balasan jika tuntutan tak kunjung dipenuhi.

"Harapan kami semua yang disampaikan oleh teman-teman buruh segera direalisasikan di tanggal 29 Oktober 2024. Kami ingin kehidupan buruh dan pekerja Indonesia bisa lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya," ungkap Husein.

"Kemungkinan aksi lanjutan itu di tanggal 29, dan insyaAllah di tanggal 1 Oktober. Mudah-mudahan tanggal 1 Oktober sudah ketuk palu disahkan RUU yang disampaikan oleh para buruh dan serikat," lanjutnya.

Ancam Mobilisasi Massa Lebih Besar

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyatakan siap mengerahkan hingga 100.000 orang ke Jakarta pada awal Oktober mendatang jika poin-poin krusial dalam draf RUU Perlindungan Ketenagakerjaan tidak diakomodasi hingga batas waktu 30 September.

Baca Juga: Temukan Mobil Mewah di Lapas Cibinong, Ombudsman Cari Tahu Pemiliknya

Ia mengungkapkan, aksi yang digelar hari ini baru sekitar 5 persen dari total kekuatan serikat pekerja kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat.

"Apabila tidak serius dan tidak diakomodir, kami pastikan kami akan lipat gandakan kekuatan bersama presiden-presiden buruh yang tergabung dalam KBPBI. Kami akan kerahkan massa besar-besaran masuk Jakarta," tegas Andi Gani.

EDITOR: Sabik Aji Taufan