← Beranda
Andalkan Pos Gizi di Kecamatan, Pemkot Percepat Penanganan Stunting di Tangsel
Syahrul Yunizar• Jumat, 25 September 2026 | 05.00 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan memastikan pos gizi di setiap kecamatan mempercepat penanganan stunting di Tangsel. (Humas Pemkot Tangsel)

 

JawaPos.com - Dengan mengandalkan pos gizi di setiap kecamatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mempercepat penanganan stunting. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menegaskan hal itu. Dia memastikan, Pemkot Tangsel mengawal perkembangan setiap anak selama periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Tidak hanya itu, ibu hamil dan ibu menyusui juga mendapatkan atensi. Menurut Pilar, penguatan pos gizi merupakan salah satu bagian dari ikhtiar pemerintah dalam memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya pada periode 1.000 HPK yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Itu penting untuk menunjang perkembangan otak, pertumbuhan fisik, serta daya tahan tubuh.

”Pos Gizi bukan hanya tempat pemberian makanan tambahan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi para ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bermain dan tumbuh,” kata dia dalam keterangan resmi pada Kamis (24/9).

Di Tangsel, Pilar menjelaskan bahwa program Pos Gizi sudah berjalan sejak 2023 lalu. Sampai saat ini program itu masih terus bergulir dan dikembangkan agar menjadi lebih tepat sasaran. Pemkot Tangsel, kata dia, menargetkan setiap kecamatan memiliki sedikitnya 2 pos gizi yang didukung oleh kader kesehatan.

Baca Juga: Eks Staf Yaqut Yakin Ada Aliran USD 1 Juta ke Nusron Wahid di Pansus Haji

Dalam pelaksanaannya, program tersebut ditunjang dengan penyediaan makanan bergizi tambahan yang disiapkan dengan menggandeng pelaku UMKM lokal. Tentu saja, Pemkot Tangsel memilih UMKM yang sudah memenuhi kualifikasi. Menu yang diberikan juga mendapat pengawasan ahli gizi dari Dinas Kesehatan Tangsel.

Sebagai pejabat yang ditunjuk menjadi ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tangsel, Pilar menyatakan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai intervensi untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian penanganan stunting di Tangsel.

”Alhamdulillah, angka prevalensi stunting di Tangerang Selatan menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Namun demikian, capaian tersebut tidak serta-merta membuat Pemkot Tangsel berpuas diri. Pilar memastikan, instansinya akan terus memperkuat program penanganan stunting agar kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tangsel semakin sehat, unggul, dan berdaya saing.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengembangan pos gizi. Menurut dia, itu menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat intervensi berbasis masyarakat. Selain memberikan makanan bergizi, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi.

Ke depan, Pemkot Tangsel menarget jumlah pos gizi bisa terus diperbanyak hingga mencapai 109 pos di seluruh wilayah Tangsel pada 2029 mendatang. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk dari kader kesehatan, tokoh masyarakat dan lingkungan, pelaku UMKM, dan masyarakat.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan