← Beranda
Aksi Nyata di WCD 2026, Penyanyi Andien Pungut Sampah Bareng Ratusan Peserta di Jakarta
Ryandi ZahdomoMinggu, 20 September 2026 | 19.46 WIB
Penyanyi Andien bersatu dengan 700 peserta dalam aksi plogging WCD 2026 di Jakarta, Minggu (20/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Penyanyi Andien Aisyah memimpin aksi plogging atau jalan santai sembari memungut sampah bersama 700 peserta yang terdaftar pada Puncak World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2026 di Jakarta, Minggu (20/9).

Rute aksi kebersihan ini dimulai dari titik awal Dukuh Atas dan berakhir di Atma Plaza, Kampus Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Semanggi.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB ini menjadi ajang kolaborasi lintas generasi.

Baca Juga: Aksi Mati Lampu Sejam di Jakarta, Hemat Emisi 74 Ton

Berbagai elemen masyarakat mulai dari anak-anak, pemuda, hingga lansia berkumpul menyuarakan kepedulian lingkungan yang sama.

Andien mengaku sangat terharu melihat antusiasme para peserta yang berpartisipasi dalam aksi plogging WCD tahun ini.

Dia menilai kehadiran ratusan warga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di Indonesia masih sangat tinggi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Sore akan Hujan di Jaksel dan Jaktim

"Aku pribadi senang sekali bertemu dengan para peserta plogging di World Cleanup Day hari ini. Dari yang aku lihat di sini pesertanya begitu diverse, dari yang masih kecil, anak-anak muda, kemudian ada yang usianya sudah lanjut. Semuanya sama-sama bersemangat," ujar Andien, Minggu (20/9).

Dia menambahkan, kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk ditularkan ke masyarakat luas agar aksi menjaga lingkungan terus berlanjut tanpa putus.

"Kita sama-sama tahu bahwa ternyata masih banyak sekali semangat untuk menuju Indonesia yang lebih baik, yang bebas sampah," ungkap Andien.

Dorong Kebiasaan Memilah Sampah dari Rumah

Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Agus Rusly mengapresiasi terselenggaranya gerakan yang melibatkan banyak lapisan masyarakat ini.

Menurut dia, aksi kebersihan berskala massal ini penting sebagai langkah awal menuju target nasional.

" lMenuju 2029 Bebas Sampah dan 2045 Indonesia Emas, tentunya anak-anak muda punya peran di masa mendatang," jelas Agus.

Baca Juga: 58 Pemda Tertarik Replikasi Sistem Integrasi Geospasial dan Pajak Tangsel

Dia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi pemicu kebiasaan memilah sampah harian di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Pengelolaan Sampah Terintegrasi Tanpa Berakhir di TPA

Ketua World Cleanup Day Indonesia Andy Bahari menyatakan, aksi di tahun kesembilan WCD ini menjadi momentum penting mengingat persoalan sampah di Indonesia masih membutuhkan penanganan serius.

Selain kegiatan jalan sehat sambil memungut sampah, panitia juga menyediakan waste station bagi warga yang ingin menyetorkan sampah dari rumah.

Baca Juga: Pria Penendang Perempuan di Mal Senayan City Jaksel Resmi Jadi Tersangka

Pengelolaan sampah hasil plogging dialokasikan secara khusus bersama mitra pengolahan Rekosistem.

Sampah akan dipisahkan ke dalam tiga kategori utama, yakni sampah plastik/anorganik yang dapat didaur ulang, sampah residu, serta sampah elektronik (e-waste / B3).

Langkah pemilahan ini diterapkan agar seluruh sampah yang terkumpul tidak dibuang begitu saja ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Baca Juga: 13 % Pelajar Tangsel Alami Anemia, Pemkot Galakkan Tablet Tambah Darah

"Yang kita tahu Indonesia lagi nggak baik-baik aja, tapi tetap harus semangat bergerak karena kita tahu masalah isu sampah itu belum selesai," tegas dia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah