← Beranda
Kekeringan Bogor Makin Meluas, Sumber Air Baku Jakarta- Bekasi Terancam Surut
Ryandi Zahdomo• Sabtu, 19 September 2026 | 01.05 WIB
Ilustrasi kekeringan. (Magnific)

 

JawaPos.com - Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bogor kian mengkhawatirkan lantaran meluasnya krisis air hingga ke 32 kecamatan dan mengancam pasokan air baku untuk warga Jakarta serta Bekasi per Jumat (18/9).

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengonfirmasi bahwa kondisi keringnya sumur, saluran air, dan lahan pertanian di wilayahnya kini berimbas langsung pada sumber air minum bagi dua daerah tetangga tersebut.

Dikutip dari Radar Bogor, dampak kemarau panjang di Kabupaten Bogor terus meluas hingga mengancam krisis air di wilayah sekitarnya.

Tak hanya mengeringkan sumur dan lahan pertanian warga lokal, kondisi ini mulai mengancam pasokan sumber air baku untuk kebutuhan air minum warga Jakarta dan Bekasi.

Bupati Rudy mengungkapkan bahwa wilayahnya merupakan salah satu penopang utama pasokan air baku untuk dua daerah tetangga tersebut.

Baca Juga: Bantah Punya IUP Tambang, Febrie Adriansyah: Saya Tidak Pernah Minta-minta Proyek Pemerintah

"Sumur-sumur mulai kering, lahan-lahan pertanian, saluran juga mulai kering. Bahkan, beberapa sumber air baku untuk air minum di wilayah Bekasi, Jakarta juga bersumber di Kabupaten Bogor," ujar Rudy usai menggelar Salat Istisqa di Alun-Alun Tegar Beriman, Cibinong, Jumat (18/9).

Krisis Air Meluas ke 32 Kecamatan

Kondisi kemarau dengan intensitas tinggi ini tidak hanya dirasakan oleh Kabupaten Bogor, tetapi juga melanda berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

Di wilayah Bogor sendiri, dampak kekeringan sudah menyebar luas di bagian barat hingga timur. Kawasan pertanian seperti Cariu, Tanjungsari, dan Sukamakmur menjadi beberapa titik yang mengalami krisis air cukup parah.

Untuk mengantisipasi krisis pasokan air bersih konsumsi warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendistribusikan bantuan secara optimal.

"Jadi kita mendistribusikan hampir di 32 kecamatan dari 40 kecamatan yang ada. Kami pastikan kebutuhan pasokan air bersih untuk masyarakat di wilayah yang kekeringan kami berupaya optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," tegas Rudy.

Ikhtiar Spiritual dan Upaya Hujan Buatan

Berbagai langkah penanganan teknis sebenarnya telah dijalankan oleh pemerintah daerah. Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut turun tangan berupaya melakukan teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

Baca Juga: Penembakan Sekolah di Filipina Kembali Terjadi, 3 Orang Meninggal Dunia dan 8 Siswa Terluka

Sebagai bagian dari rangkaian ikhtiar tersebut, Pemkab Bogor bersama para kiai, ulama, dan tokoh masyarakat menggelar Salat Istisqa bersama warga sekitar pukul 10.00 WIB.

"Ini cara terakhir manusia setelah kita berdoa memohon kepada Allah SWT. Mudah-mudahan diberikan hujan yang tentunya hujan tersebut yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor," tuturnya.

Melalui ikhtiar spiritual ini, Rudy berharap hujan dapat segera turun agar para petani bisa kembali mengolah lahan pertanian dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan