← Beranda
Hidupkan Kembali TPHP Cengkareng, Dinas KPKP Siap Sulap Jadi Destinasi Wisata Edukasi
Ryandi ZahdomoRabu, 16 September 2026 | 22.55 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok saat hadiri Gebyar Edukasi Ikan Hias di Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (16/9). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Ratusan siswa dari tingkat PAUD, TK, hingga SD memadati area Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (16/9).

Langkah ini dilakukan untuk mengenalkan potensi sentra ikan hias milik Pemprov DKI Jakarta sekaligus mendongkrak kembali geliat ekonomi pedagang lokal yang tengah lesu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyambut positif kegiatan edukasi yang menyasar anak-anak sekolah tersebut.

Menurutnya, TPHP Cengkareng merupakan fasilitas strategis milik pemerintah daerah yang perlu terus dipromosikan ke masyarakat luas.

Baca Juga: Uang Rp 106,3 M dalam OTT ATR/BPN Jadi Barang Bukti Terbesar dalam Sejarah KPK

"Kami harapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat lebih mengenal ternyata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki potensi untuk memasarkan atau promosi ikan hias yang satu-satunya mungkin ada di Jakarta," ujar Hasudungan di TPHP Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (16/9).

Hasudungan menilai ajang semacam ini sangat penting agar TPHP Cengkareng bisa kembali menjadi rujukan utama masyarakat saat mencari berbagai jenis ikan hias tren masa kini.

Komitmen Pemprov DKI: Dorong Kegiatan Edukasi dan Sterilisasi

Melihat tingginya antusiasme peserta, Dinas KPKP DKI Jakarta berkomitmen mendukung keberlanjutan berbagai aktivitas di kawasan aset bawah naungan Sudin KPKP Jakarta Barat tersebut.

Pemerintah berencana menghidupkan area TPHP Cengkareng melalui deretan program kemasyarakatan yang rutin.

"Banyak aktivitas yang mungkin kami laksanakan di sini, seperti sterilisasi, kemudian juga Safari Gemar Ikan, ataupun kegiatan-kegiatan lain di mana masyarakat ataupun anak-anak sekolah bisa melaksanakan kegiatan edukasi di sini," jelas Hasudungan.

Dinas KPKP DKI Jakarta mulai menginventarisasi tingkat kerusakan sarana dan prasarana. Langkah ini dilakukan guna membuka peluang kerja sama skema investasi bersama pihak swasta.

Upaya perbaikan ini akan diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor bersama Suku Dinas Parekraf Jakarta Barat dan Pemerintah Kota Jakarta Barat guna mentransformasi TPHP Cengkareng menjadi destinasi wisata edukasi yang representatif.

"Kami sudah berkomunikasi dengan Sudin Parekraf Jakarta Barat dan Pemerintah Kota Jakarta Barat agar kita bisa bersama-sama mengembangkan kawasan ini karena potensi ekonominya dan pariwisatanya sangat besar sekali," kata Hasudungan.

Ironi Ikan Hias Indonesia di Pasar Internasional

Ketua Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) Bryan Ghautama menuturkan, Gebyar Edukasi Ikan Hias digelar guna memberikan pemahaman mengenai potensi kekayaan hayati lokal yang harus ditanamkan sejak dini.

Baca Juga: Paca Serangan Houthi, WNI di Arab Saudi Diminta Waspadai Kondisi Keamanan

"Maka dibuatlah program edukasi ikan hias ini ke anak usia sejak dini, sejak usia PAUD dan anak SD, supaya mereka mengenal bahwa kekayaan alam Indonesia ini ada berupa ikan hias dan sangat digemari di seluruh dunia," kata Bryan.

Ia turut menyoroti fakta di pasar global. Meski produk ikan hias Indonesia banyak beredar di berbagai negara, nama Indonesia justru sering kalah tenar dibandingkan negara perantara.

"Di negara-negara luar, saya berkunjung ke London, ke Amerika, ke negara Arab, ada toko ikan hias dan ikannya itu sebagian besar 80 persen dari Indonesia. Setelah saya telusuri, mereka diekspor dari Singapura, dan ternyata Singapura mengambil dari Indonesia. Tapi penghasil produk tersebut, Indonesia sendiri tidak dikenal," ungkap Bryan.

Saat ini, TPHP Cengkareng dihuni oleh 39 pedagang, beberapa di antaranya telah beroperasi sejak tahun 2011. Namun, kondisi perekonomian yang menantang membuat pendapatan harian para pedagang menurun sangat drastis.

"Bukan hanya sektor perikanan aja, sektor lain kebutuhan pokok semua mengalami penurunan. Biasa omzet pedagang kecil di sini sehari Rp 2 juta satu toko, sekarang itu Rp 50.000. Sangat jauh sekali merosotnya karenanya harus ada terobosan agar tempat ini ramai kembali," tutur Bryan.

EDITOR: Sabik Aji Taufan