JawaPos.com - Ajang lari Tangerang 10K 2026 yang berlangsung pada Minggu (13/9) pagi diwarnai kemacetan hingga insiden keributan antara pengendara dan petugas di lapangan.
Penutupan akses jalan tanpa petunjuk rute alternatif yang memadai memicu penumpukan kendaraan dan memancing amarah warga.
Event yang dimulai sejak pukul 05.00 WIB ini menyebabkan kelumpuhan di sejumlah ruas jalan Kota Tangerang. Titik-titik penutupan arus menjadi kawasan yang sangat padat.
Situasi semakin memanas saat ketegangan meletus di tengah kepadatan lalu lintas. Dalam unggahan @abouttng, seorang pengendara mengaku adu mulut dengan petugas pengamanan di rute kegiatan.
Pengendara tersebut mengklaim kaca spion kendaraannya dipukul oleh petugas. Dia merasa tidak memprovokasi atau melakukan pelanggaran apa pun.
Dalam video yang diunggah terlihat seorang panitia yang membawa bendera melakukan pemukulan ke arah pengendara.
Meski personel kepolisian dan petugas gabungan sudah disiagakan di berbagai persimpangan, rekayasa arus belum mampu mengurai penumpukan kendaraan secara signifikan.
Banyak pengguna jalan, termasuk masyarakat yang hendak ke stasiun, mengeluh sulit menemukan jalur evakuasi kendaraan.
"Gak cocok, jgn ngomongin sdm, ini jalur utama, orang masih banyak yg lalu lalang utk kerja walaupun di weekend. Wajar orang marah, yg diganggu urusan dapur," kata @Ihmgxxx.
"Ga cocoklah, padat penduduk campur dengan orang kerja.. penghimbauannya juga gak maksimal. mending di bsd/ gs aja," terang @felixagustinochaixxxx.
Kejadian ini memicu desakan warga agar panitia mengevaluasi manajemen lalu lintas di event berskala besar berikutnya.
"Jangan mengukur keberhasilan event hanya dari banyaknya massa yang hadir. Ukur pula berapa banyak masyarakat yang kehilangan waktu kerja, pendapatan, dan akses mobilitas akibat penyelenggaraannya. Kalau dampak tersebut tidak diperhitungkan, yang terjadi bukan sekadar event publik melainkan privatisasi ruang publik dengan biaya sosial ditanggung masyarakat. Tidak semua masyarakat hari minggu itu, hari libur," kata mrifai_azxxx.
Di Balik Sorotan Kemacetan: Lonjakan Peserta dan Potensi Ekonomi
Di sisi lain, penyelenggaraan Tangerang 10K 2026 mencatatkan pencapaian positif dari segi kepesertaan. Ajang bagian dari Ultimate 10K Series ini menarik sekitar 3.000 pelari.
Jumlah peserta meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 2.500 pelari.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengapresiasi kolaborasi lintas pihak, termasuk Harian Kompas sebagai penggagas agenda. Ia menilai ajang ini berpotensi mempromosikan pariwisata dan UMKM lokal.
"Yang pertama saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas gagasannya kepada Harian Kompas yang mempunyai gagasan Ultimate 10K Series. Setelah Bandung, kemudian Surabaya, sekarang Kota Tangerang. Kita lihat kemajuannya luar biasa," ujar Sachrudin dikutip dari laman resmi Pemkot Tangerang, Minggu (13/9).
Sachrudin menambahkan bahwa kegiatan olahraga ini menjadi pintu masuk utama untuk memperkenalkan keunggulan daerah.
Baca Juga: Bahaya Abu Gunung Anak Krakatau Belum Mereda, PJJ di Tangerang Diperpanjang hingga Jumat
"Ini salah satu upaya untuk mengembangkan potensi wisata, khususnya di Kota Tangerang, kemudian UMKM dan peningkatan perekonomian yang memang perlu kita kembangkan," lanjutnya. (*)