JawaPos.com - Polda Metro Jaya dikabarkan telah menangkap tiga orang pelaku pengeroyokan Bambang Setiawan hingga tewas.
Nah, agar menyeluruh, menurut pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyatakan, Polda Metro Jaya perlu diingatkan, pertama, pada malam itu, bukan hanya Bambang, Fatur pun cedera parah dikeroyok.
”Perkiraan saya, pelaku pengeroyokan Bambang dan Fatur adalah orang-orang yang berbeda. Jadi, PMJ berikutnya perlu tangkap para pelaku pengeroyokan Fatur,” kata Reza.
Baca Juga: Grab Buka Suara Soal Viral Driver Ojol Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Anak di Bekasi
Kedua, menurut dia, jika dari pemeriksaan terhadap tiga orang yang sudah diamankan itu terungkap ada orang-orang lain yang ikut mengeroyok Bambang, Polda Metro Jaya juga harus memburu mereka.
”Saat mendampingi Kak Seto Mulyadi bersilaturahim ke keluarga Fatur, saya dengar kisah yang mirip dengan perbincangan di bawah ini. Yaitu, setelah Fatur dibawa ke bangunan tertentu di dekat gedung DPR dan dipaksa mengaku sebagai provokator, di tempat yang sama juga ada sekian banyak orang lainnya yang mendapat perlakuan serupa,” tandas Reza.
Bisa dipastikan, lanjut dia, pengeroyok Fatur berbeda pula dengan pihak-pihak yang membawa sekian banyak orang tadi ke gedung tersebut.
Baca Juga: Polres Bogor Antisipasi Gesekan Suporter saat Nobar Persija vs Persib
Agar tidak terjadi tebang pilih, pihak-pihak tersebut pun semestinya diamankan Polda Metro Jaya.
”Keempat, apakah dua dari tiga orang yang sudah PMJ amankan di Bogor itu adalah dua orang yang juga sudah polisi buatkan sketsa wajahnya. Jika berbeda satu sama lain, maka semoga PMJ tidak berhenti mencari dua orang pada sketsa wajah itu,” papar Reza.
Kelima, menurut Reza, Polda Metro Jaya patut mengirim undangan klarifikasi ke GRIB Jaya, sebagai cara menghentikan kontroversi di masyarakat.
”Tujuannya, meminta penjelasan apakah tiga orang yang PMJ amankan tersebut merupakan anggota GRIB. Dan, jika ya, apakah pengeroyokan yang tiga orang lakukan itu merupakan instruksi organisasi atau justru ulah individual mereka sendiri,” ungkap Reza.
Sekiranya PMJ tidak mengirim surat undangan dimaksud, Reza menambahkan, pihak GRIB Jaya sangat baik mengambil inisiatif mendatangi Polda Metro Jaya dan memberikan klarifikasi.
”Saya yakin, karena kematian Bambang dan cederanya Fatur merupakan kasus hukum, penuntasan polemik idealnya dilakukan di ruang hukum, bukan sebatas membangun counter narratives di media,” ujar Reza.
Baca Juga: 880 Jiwa Terdampak Kebakaran Batu Ceper, Pemulihan Warga Jadi Masih jadi Perhatian
Keenam, menurut Reza, keseriusan Polda Metro Jaya mencari pelaku pengeroyokan itu meletakkan dasar untuk percaya bahwa Polda Metro Jaya pun tidak berhenti mencari pelaku penembakan terhadap Harun Al Rasyid di Slipi pada 2019.