← Beranda
Puluhan Tahun Bermimpi ke Tanah Suci, ART Bi Heni Akhirnya Bisa Lihat Ka'bah Lewat Umrah Presisi
Abdul RahmanKamis, 10 September 2026 | 17.53 WIB
ART Bi Heni akhirnya bisa melaksanakan ibadah umrah setelah puluhan tahun menanti. (istimewa)

 

JawaPos.com - Impian Heni Yawati, atau yang akrab disapa Bi Heni, untuk melihat Ka'bah akhirnya terwujud. Perempuan berusia 58 tahun asal Kampung Pisang, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, itu kini bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci setelah puluhan tahun hanya bisa memendam keinginan tersebut dalam doa.

Sebagai asisten rumah tangga (ART), Bi Heni mengaku perjalanan menuju Mekkah bukan sesuatu yang mudah dibayangkan. Kondisi ekonomi membuat impian tersebut terasa begitu jauh.

Namun, kesempatan itu akhirnya datang melalui Program Umrah Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI).

Momen ketika pertama kali melihat Ka'bah menjadi pengalaman yang sangat emosional bagi Bi Heni. Kebahagiaan sangat terpancar jelas ketika dirinya berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah.

Baca Juga: Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China

Dengan suara bergetar, Bi Heni menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang akhirnya datang setelah penantian panjang.

"Pak Kapolri, terima kasih banyak. Makasih sudah umrahin Bibi. Bibi sampai ke sini dengan lancar tanpa kendala. Semoga Allah SWT yang membalas semua kebaikan Pak Kapolri," ujar Bi Heni saat berada di Madinah.

 

Puluhan Tahun Memendam Mimpi ke Makkah

Bagi Bi Heni, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan religi. Keberangkatannya menjadi jawaban atas doa yang telah dipanjatkannya selama bertahun-tahun.

Ia mengaku pernah menjalani ibadah puasa Senin-Kamis dan rutin melaksanakan sholat tahajud sambil memohon agar suatu hari dapat melihat langsung Makkah. Keinginan itu bahkan pernah ia sampaikan kepada suaminya.

"Alhamdulillah dulu saya puasa Senin-Kamis, sholat tahajud. Ditanya suami, 'kamu rajin sholat malam minta apa?' Saya jawab, 'sebelum meninggal pengin lihat Makkah.' Suami bilang, 'jangan tinggi-tinggi kalau mimpi mau jual apa kamu?.' Alhamdulillah sekarang dikabulkan Allah melalui tangan Pak Kapolri," katanya.

Kisah tersebut membuat perjalanan Bi Heni ke Tanah Suci terasa semakin istimewa. Sebab, di balik keberangkatannya terdapat perjalanan hidup panjang yang sungguh tidak mudah.

Sejak kecil, Bi Heni telah menjadi salah satu penopang keluarganya. Ia membantu menafkahi adik-adiknya hingga kemudian merawat suaminya yang mengalami sakit batu ginjal dan harus menjalani cuci darah secara rutin.

Tanggung jawab keluarga itu membuat kesempatan untuk menabung demi perjalanan umrah menjadi sesuatu yang tidak mudah.

 

Bi Heni Mendapat Dukungan Penuh untuk Umrah

Ketua Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI) Zandre Badak mengatakan, keberangkatan Bi Heni mendapat dukungan penuh, termasuk sejumlah kebutuhan administratif dan perlengkapan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Menurut Zandre, kebutuhan tersebut antara lain pembuatan paspor, vaksin meningitis, vaksin polio hingga uang saku.

"Banyak netizen bertanya, 'uangnya dari mana? Pakai APBN ya?' Saya tegaskan di sini. Baik Program Bedah Rumah, Umrah Gratis Presisi, Ziarah Holyland Presisi, hingga Pembangunan Mushola Presisi, semuanya murni menggunakan uang pribadi Bapak Kapolri. Sama sekali tidak menggunakan uang Negara," tegas Zandre Badak.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya menyaksikan langsung kepedulian Listyo Sigit terhadap masyarakat maupun anggota Polri yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga: Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China

"Saya saksi hidup menyaksikan kepedulian Bapak Listyo Sigit Prabowo. Sudah tidak terhitung baik masyarakat maupun anggota Polri yang dibantu beliau. Pantas kalau Ust. Zaini dan Bu Itoh menyebut Pak Kapolri sebagai 'Malaikat Penolong' yang hadir untuk mereka," ungkapnya.

EDITOR: Abdul Rahman