← Beranda
Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Jasad Pria di GBK Usai Unggah Pesan Perpisahan
Ryandi Zahdomo• Rabu, 9 September 2026 | 23.10 WIB
Unggahan pesan perpisahan yang viral di platform X usai diunggah akun @FajarDawnVirgo. (Istimewa)

JawaPos.com - Polsek Metro Tanah Abang mengungkap kronologi penemuan jasad seorang pria berinisial FS, 30, yang ditemukan meninggal dunia di area Plaza Utara Pintu 10 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Minggu (6/9) sekitar pukul 01.30 WIB.

Penemuan jasad ini terkuak setelah rekan korban menerima sinyal darurat (SOS) serta membaca unggahan perpisahan yang sempat viral di media sosial.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo membenarkan kejadian tersebut dan memastikan jasad korban ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh teman korban dan petugas keamanan GBK.

Sinyal SOS dan Pencarian di Area GBK

Baca Juga: Prediksi Lengkap Liverpool vs Atletico Madrid: Isak dan Gakpo Siap Beraksi Lebih Lama

Awal mula pencarian berawal saat rekan korban melihat unggahan FS di Instagram yang mengindikasikan niat untuk mengakhiri hidup. Tak lama setelah membaca unggahan tersebut, saksi 1 menerima kiriman lokasi darurat melalui fitur SOS dari jam tangan pintar (Xiaomi) milik korban.

"Berawal saksi 1 saat sedang berada di GBK membaca unggahan korban di instagram bahwa korban mau bunuh diri, setelah membaca, kemudian saksi 1 (teman korban) mendapat kiriman SOS melalui aplikasi atau Fitur Jam Xiaomi terkait lokasi korban," ujarnya, Rabu (9/9).

Rekan korban kemudian mencoba mencari keberadaan FS secara mandiri, namun tidak membuahkan hasil. Karena hilang kontak, ia mendatangi Pintu 5 GBK untuk meminta bantuan petugas keamanan.

Baca Juga: Saddil Ramdani Berpeluang Debut Lawan PSIM, Gabung Persebaya dengan Status Pinjaman

Bersama petugas keamanan, pencarian dilanjutkan menyisir titik koordinat terakhir yang dikirimkan melalui fitur SOS. Namun, keberadaan korban masih belum ditemukan pada tahap awal penyisiran tersebut.

Ditemukan Tergeletak di Plaza Utara Pintu 10

Melihat situasi darurat ini, Petugas keamanan meminta bantuan petugas keamanan lainnya untuk memperluas area penyisiran di sekitar kawasan GBK.

Tidak lama berselang, petugas menemukan korban tergeletak dalam posisi terlentang di dekat sebuah pohon yang berlokasi di area Plaza Utara Pintu 10 GBK.

Atas temuan tersebut, pihak keamanan segera menghubungi Polsek Metro Tanah Abang. Tim piket Reskrim bersama tim medis langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal.

"Ditemukan oleh rekannya dan security Minggu dini hari pukul 01.30 WIB, lalu dilaporkan ke polsek," kata Dhimas.

Hasil Pemeriksaan Medis 

Baca Juga: 5 Refleksi P2G Soal Kenaikan Skor PISA Indonesia 2025

Berdasarkan pemeriksaan fisik awal yang dilakukan oleh tim medis di tempat kejadian perkara (TKP), korban dipastikan sudah tidak memiliki denyut nadi maupun detak jantung. Pihak kepolisian juga tidak menemukan adanya indikasi bekas kekerasan pada tubuh korban.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan dari pengamatan. Tidak dilakukan otopsi karena keluarga menolak, keberatan untuk dilakukan otopsi," jelas Dhimas.

Pihak Reskrim selanjutnya menghubungi Palang Hitam untuk mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses persemayaman.

Kirim Pesan Lewat Unggahan di X

Baca Juga: Airlangga: WNI Usia 17 Tahun Otomatis Dapat KTP Beserta Nomor Rekening

Pihak kepolisian membenarkan bahwa peristiwa kematian korban berkaitan erat dengan unggahan pesan perpisahan yang sempat menarik perhatian publik di platform X melalui akun @FajarDawnVirgo.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, akun tersebut sempat mempublikasikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada rekan-rekannya.

Selain itu, diunggah pula bukti transaksi penyaluran dana senilai puluhan juta rupiah yang didonasikan ke komunitas kesehatan mental serta rumah singgah hewan liar.

Kontak Bantuan & Layanan Prevention Bunuh Diri

Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau kerabat mengalami depresi, rasa putus asa, atau memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri, segera konsultasikan masalah Anda ke pihak profesional seperti psikiater, psikolog, atau fasilitas kesehatan mental terdekat.

EDITOR: Bintang Pradewo