← Beranda
PJJ Dampak Abu Vulkanik Berakhir, Sekolah di Jakarta Kembali Normal Besok
Ryandi ZahdomoRabu, 9 September 2026 | 04.36 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau Open House di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan pada Jumat (3/7) sore. (Istimewa)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan seluruh kegiatan belajar mengajar di Jakarta kembali berjalan normal mulai Rabu (9/9).

Penghentikan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan setelah paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau dinilai membaik.
Keputusan ini mengakhiri masa belajar dari rumah yang sebelumnya berlaku sejak Senin (7/9) untuk melindungi kesehatan siswa dari bahaya abu vulkanik.

"Untuk PJJ, besok sekolah normal kembali. Tadi saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengeluarkan SE," ujar Pramono usai menghadiri HUT Satpol PP di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (8/9).

Baca Juga: Kebanyakan Mikir hingga Terbawa Perasaan, 5 Zodiak Ini Konon Sulit Menentukan Pilihan

Pramono menjelaskan, keputusan menghentikan PJJ didasarkan pada sejumlah indikator keselamatan yang terus menunjukkan perbaikan. Salah satunya adalah pulihnya aktivitas lalu lintas udara di kawasan ibu kota dan sekitarnya.

"Berbagai alasan, salah satunya adalah karena memang penerbangan sendiri itu sebagai salah satu parameter, sekarang sudah berjalan dengan normal," ujar Pramono.

Sebelumnya, aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta sempat terdampak sebaran abu vulkanik sebelum akhirnya kembali beroperasi secara stabil.

Upaya Modifikasi Cuaca Lakukan Empat hingga Lima Sorti

Baca Juga: Modal Menang dari Borneo FC, Shin Tae-yong Yakin Persija Siap Kalahkan Persib Bandung

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan operasi modifikasi cuaca (OMC). Armada pesawat jenis Cessna Caravan bahkan sudah diterbangkan sebanyak lima sorti untuk memicu potensi hujan.

Langkah ini dilakukan untuk membersihkan sisa abu vulkanik yang melayang di udara sekaligus menekan dampak kekeringan. Meski demikian, tim di lapangan masih terus memantau ketersediaan awan hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Mudah-mudahan sore ini masih ada waktu, ruang untuk bisa turun hujan. Memang nggak gampang, kalau saya ditanya apakah hujan ini karena OMC atau karena Gusti Allah, ya pasti karena Gusti Allah lah gitu," jelas Pramono.

Ia berharap upaya antisipasi melalui OMC tersebut dapat membuahkan hasil, sehingga hujan turun pada malam hari untuk mempercepat pembersihan material vulkanik.

Keputusan mengembalikan kegiatan belajar ke sekolah ini mengakhiri masa PJJ yang berlangsung sejak Senin (7/9) dan diperpanjang hingga Selasa (8/9).

Langkah darurat tersebut sebelumnya diambil berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 91/SE/2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Abu Vulkanik.

Baca Juga: Rezekinya Tak Ada Habisnya, 5 Shio Ini Disebut Punya Magnet Kekayaan

Dalam edaran tersebut, Disdik DKI menekankan bahwa abu vulkanik mengandung partikel sangat kecil berupa pecahan batuan dan mineral berisiko tinggi bagi kesehatan pernapasan jika terhirup.

Oleh karena itu, PJJ sempat diberlakukan secara menyeluruh mulai dari tingkat PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, hingga SMK, baik negeri maupun swasta di wilayah DKI Jakarta untuk melindungi warga sekolah dari paparan abu vulkanik.

EDITOR: Bintang Pradewo