← Beranda
Kecelakaan Maut BYD M6 Diduga Human Eror Belum Ada Tersangka, Polisi: Ya Sabar Dulu
Ryandi ZahdomoSelasa, 8 September 2026 | 20.54 WIB
Kecelakaan beruntun melibatkan BYD dan 4 kendaraan di Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (5/9). (Istimewa)

JawaPos.com - Polisi mengungkap penyebab kecelakaan maut yang melibatkan mobil listrik BYD di turunan Jembatan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu (5/9) sore diduga dipicu oleh human error atau kelalaian pengemudi. 

Insiden yang melibatkan tiga mobil dan dua sepeda motor tersebut menewaskan tiga orang yang merupakan satu keluarga pengendara motor.

Kasat Lantas Jakarta Barat Kompol Reza Hafiz Gumilang mengungkapkan, dugaan awal tersebut masih terus didalami oleh tim penyidik. 

Baca Juga: Simak, Jadwal Waktu Shalat Bagi Wilayah Purwakarta Besok Rabu, 9 September 2026

Meski rumor liar beredar di media sosial mengenai potensi gangguan sistem kendaraan listrik mobil BYD, pihak kepolisian belum bisa melakukan pemeriksaan mendalam secara intensif terhadap para pihak yang terlibat.

"Sementara ini diduga human error. Masih didalami," ujar Kompol Reza, Selasa (8/9).

Ia juga mengungkap kondisi para korban kecelakaan yang hingga kini masih mendapat perawatan medis. Hal ini menyebabkan, petugas masih belum bisa melakukan pemeriksaan mendalam hingga penetapan tersangka.

"Ya sabar dulu. Masih proses, semua pihak yang terlibat laka masih dirawat di RS. Jadi belum bisa diperiksa secara intensif," lanjutnya.

Baca Juga: 5 Shio Paling Hoki Soal Keuangan, Konon Rezekinya Terus Mengalir

Kronologi Tabrakan Beruntun di Turunan Kembang Kerep

Tragedi ini terjadi pada Sabtu (5/9) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Mobil BYD bernomor polisi B-2703-BNA yang dikemudikan Karsono melaju dari arah selatan menuju utara. 

Saat melintasi jalan menurun di Jembatan Kembang Kerep, kendaraan tersebut mendadak hilang kendali dan melibas deretan kendaraan di depannya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, membeberkan bahwa mobil BYD tersebut mula-mula menghantam bagian belakang Toyota Kijang Innova B-1277-UIH yang dikemudikan Hadi Wibawa.

Dahsyatnya benturan membuat Kijang Innova terdorong keras hingga meremukkan bodi Toyota Fortuner L-1021-BAD. Dorongan berantai itu memaksa Fortuner oleng ke kanan dan menyambar sepeda motor Honda Vario B-4915-BCD yang tengah melintas di sisi jalan.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Asep, menyebut insiden tersebut berlangsung sangat cepat. Mobil listrik yang berada di posisi paling belakang menabrak rangkaian kendaraan sebelum akhirnya terhenti usai menghantam tiang listrik.

Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Sebagian Orang Menolak AI dan Sebagian Lainnya Tidak Menurut Psikologi

"Korban naik motor bertiga, diduga sekeluarga suami, istri, dan anak balitanya. Posisi mereka di pinggir lalu kesamber. Anak kecilnya terlepas dari motor dan masuk ke kolong ban mobil paling depan," tutur Asep.

Tiga Korban Jiwa dan Empat Orang Luka-Luka

Dampak benturan keras tersebut merenggut tiga nyawa dari penumpang dan pengendara Honda Vario. Dua korban tewas di lokasi kejadian, yakni Yeni Sumarti dan balita perempuan berusia tujuh tahun bernama Zeline Zakeisha. Jenazah keduanya langsung dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Pengendara sepeda motor, Andi Prasetyo, sempat dilarikan ke RS Hermina Daan Mogot akibat menderita luka berat di bagian kepala. Namun, nyawanya tidak tertolong saat mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga: Hatinya Dermawan, 4 Shio Ini Dipercaya Mudah Mendapat Doa Baik dan Rezeki

Selain korban meninggal dunia, kecelakaan ini juga mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit:

- Karsono (Pengemudi BYD): Mengalami luka di dada sebelah kanan, dirawat di RSUD Cengkareng.

-Drg. Seruniwati Suganda (Penumpang BYD): Mengalami luka di kepala, dirawat di RS Pondok Indah Puri Kembangan.

-Drg. Handoko Argawa (Penumpang BYD): Mengalami luka di kepala, dirawat di RS Pondok Indah Puri Kembangan.

hYessy Lestiany (Penumpang Kijang Innova): Mengalami luka di leher, dirawat di RS Pondok Indah Puri Kembangan.

EDITOR: Bintang Pradewo