JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan hingga Selasa (8/9).
Langkah antisipasi ini diambil meski sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah Jakarta menunjukkan penurunan signifikan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, perpanjangan masa belajar di rumah ini berlaku untuk seluruh tingkatan sekolah, mulai PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB dan SKB/PKBM, baik negeri maupun swasta.
"Abu vulkaniknya sudah mengalami penurunan yang luar biasa. Tetapi di beberapa daerah masih ada, dan kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang PJJ ini sampai dengan besok," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9).
Baca Juga: 2.961 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Pemerintah Siapkan 5 Bandara Alternatif
Penyemprotan Masif dan Penyiapan OMC
Guna memulihkan kualitas udara, Pemprov DKI mengintensifkan penyemprotan water mist di berbagai titik strategis.
Sebanyak 94 tangki air dan lebih dari 200 personel gabungan dari Diskarmat, BPBD, Satpol PP, hingga Dinas Lingkungan Hidup diterjunkan ke lapangan.
Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau pengelola gedung-gedung bertingkat di Jakarta untuk turut mengaktifkan fasilitas water mist milik mereka.
Selain penanganan darat, opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus disiapkan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
"Kami melakukan segala upaya. Doa, salat, dan sebagainya kita lakukan, termasuk OMC. Kalau bisa dilakukan, saya sudah minta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang memang punya kewenangan itu untuk melakukan OMC," jelas Pramono.
Baca Juga: 36 Rute Lion Group ke Jatim Batal Terbang Imbas Erupsi Anak Krakatau, Cek Daftarnya
Kualitas Udara Membaik, ASN Tetap Ngantor
Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada Senin (7/9), indikator parameter PM10 di area Ancol, Pondok Rangon, Tebet, Lebak Bulus, Kebon Jeruk, dan Pesakih menunjukkan tren membaik pascapenyemprotan water mist.
Hal serupa tercatat pada parameter PM2,5 di Bundaran HI, Kebon Jeruk, dan Lubang Buaya.
"SO₂ cenderung aman di seluruh wilayah. Cukup jauh di bawah baku mutu," kata Pramono menambahkan.
Meskipun aktivitas sekolah dialihkan ke rumah, Pemprov DKI menegaskan tidak ada perubahan aturan jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Seluruh ASN Pemprov DKI Jakarta tetap bekerja dari kantor (work from office) dengan kewajiban menerapkan protokol kesehatan dan memakai masker.
Baca Juga: Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Satpol PP Bagikan 4.000 Masker ke Warga
Imbauan Waspada dan Larangan Menimbun Masker
Pantauan citra satelit Himawari-9 mencatat abu vulkanik pada ketinggian hingga 15.000 kaki masih meluas ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
Sedangkan pada sebaran ketinggian 50.000 kaki, pergerakan abu terdeteksi mengarah ke Samudera Hindia menjauhi daratan.
Menanggapi situasi ini, Gubernur Pramono mengimbau warga agar tidak panik dan mewanti-wanti para penjual agar tidak memanfaatkan momen untuk menaikkan harga masker secara tidak wajar.
Pemprov DKI Jakarta dipastikan terus membagikan masker secara gratis di fasilitas umum.
"Kita tetap tenang, tetapi waspada. Jangan mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, ikuti kanal resmi pemerintah. Jika membutuhkan bantuan darurat, hubungi Jakarta Siaga 112 atau fasilitas kesehatan terdekat," imbuhnya.
Baca Juga: BNPB Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Timbulkan Korban Jiwa dan Kerusakan Fisik