← Beranda
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang Jam 23.59 WIB, Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Ryandi ZahdomoSelasa, 8 September 2026 | 01.33 WIB
Pemasangan Selubung Mesin Pesawat Sejumlah kru darat melakukan pemasangan selubung di mesin pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (06/09/2026). Pemasangan selubung pada mesin pesawat dilakukan menyusul dampak sebaran abu vulkanik erupsi gunung Anak Krakatau. (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dipastikan berlangsung lebih lama.

AirNav Indonesia resmi memperpanjang masa penutupan bandara hingga Senin, (7/9) pukul 23.59 WIB.

Langkah ini diambil setelah dilakukan evaluasi pergerakan abu vulkanik yang masih berisiko tinggi terhadap keselamatan penerbangan di ruang udara Tangerang dan sekitarnya.

Baca Juga: Pakar Otomotif Sarankan Abu Vulkanik yang Menempel di Kendaraan segera Dibersihkan, Ini Alasannya

Kepastian perpanjangan penutupan tersebut tertuang dalam pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A3387/26 yang menggantikan NOTAMR A3373/26. Sebelumnya, otoritas navigasi memperkirakan penutupan hanya berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

Namun, berdasarkan hasil pemantauan kondisi ruang udara terkini, operasional bandara yang dihentikan sejak kemarin tersebut belum memungkinkan untuk dibuka kembali sesuai jadwal semula.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menegaskan bahwa penyesuaian durasi penutupan merupakan bentuk mitigasi risiko demi menjamin keselamatan penerbangan.

Baca Juga: Ramalan Shio Besok Selasa 8 September 2026: Monyet, Ayam, Anjing, Babi

AirNav Indonesia terus memantau dinamika sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau secara intensif. Koordinasi lintas pemangku kepentingan penerbangan juga terus dilakukan untuk meminimalkan dampak operasional.

"Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," ujar Hermana Soegijantoro, Senin (7/9).

Pihak otoritas mengimbau para calon penumpang untuk terus memantau pembaruan informasi resmi dan berkoordinasi dengan maskapai masing-masing terkait penyesuaian jadwal penerbangan.

EDITOR: Bintang Pradewo