← Beranda
Abu Erupsi Anak Krakatau Capai Jakarta, Cek Panduan Darurat Aktivitas Warga
Bayu PutraMinggu, 6 September 2026 | 18.37 WIB
BELUM PASTI: Para penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, gagal terbang pada Minggu pagi (6/9) karena bandara ditutup sebagai akibat dari abu vulkanik Gunug Anak Krakatau. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta menerbitkan panduan darurat bagi warga dalam beraktivitas, menyusul abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang mulai masuk ke ibu kota

Masyarakat DKI Jakarta diimbau tetap tenang dalam menyikapi paparan abu vulkanik Anak Krakatau.

Warga meningkatkan kewaspadaan, tak perlu panik berlebihan, sembari memantau perkembangan situasi dari sumber resmi.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik erupsi gunung di Selat Sunda tersebut menjangkau sebagian area DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Baca Juga: AirNav Perpanjang Penutupan 3 Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pergerakan serta intensitas abu vulkanik sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin lokal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyatakan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sudah berlangsung sejak Jumat (4/9) malam.

Hingga Minggu (6/9), status gunung api tersebut masih bertahan di Level III (Siaga) menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang, tetapi tingkatkan kewaspadaan dan ikuti informasi resmi dari pemerintah," ujar Marulitua di Jakarta, Minggu (6/9).

Bahaya Abu Vulkanik dan Kelompok Rentan

Marulitua menjelaskan bahwa mikropartikel abu vulkanik berbeda dari debu jalanan biasa.

Baca Juga: Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Tetap Normal di Tengah Erupsi Anak Krakatau

Sifat partikelnya yang sangat halus berpotensi memicu iritasi pada saluran pernapasan, mata, hingga kulit.

Ancaman kesehatan ini menjadi makin krusial bagi kelompok rentan. Bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit bawaan seperti asma, gangguan paru, atau jantung diminta ekstra berhati-hati.

7 Langkah Proteksi Diri Resmi dari Pemprov DKI Jakarta

Guna meminimalkan dampak paparan partikel halus tersebut, Pemprov DKI menyampaikan tujuh imbauan pencegahan yang perlu segera diterapkan warga:

1. Gunakan Masker yang Sesuai: Pakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masker kain biasa dinilai kurang optimal dalam menyaring mikropartikel abu vulkanik.

2. Tutup Akses Udara Luar: Rapatkan pintu, jendela, dan ventilasi rumah. Matikan kipas angin atau pendingin udara (AC) yang menyedot udara luar jika lingkungan sekitar mulai terdampak abu.

Baca Juga: Anak Krakatau Erupsi, ASDP Pastikan Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal

3. Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Kurangi mobilitas di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan kesehatan.

4. Basahi Abu Sebelum Dibersihkan: Jika terdapat penumpukan abu di sekitar hunian, basahi terlebih dahulu sebelum disapu agar partikelnya tidak kembali beterbangan dan terhirup.

5. Amankan Pasokan Makanan dan Air: Tutup rapat tempat penyimpanan air minum dan bahan makanan. Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terpapar abu.

6. Segera Cari Pertolongan Medis: Warga yang mengalami gejala sesak napas berat, nyeri dada, batuk persisten, atau iritasi mata parah diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

7. Gunakan Layanan Darurat 112: Laporkan kejadian darurat atau kondisi mendesak di wilayah DKI Jakarta melalui call center Jakarta Siaga 112.

Baca Juga: 17 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali Batal, Efek Erupsi Anak Krakatau

Imbauan Menghindari Informasi Hoaks

Pemprov DKI meminta publik tidak mudah terprovokasi atau menyebarkan rilis informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Rujukan informasi aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi kualitas udara dapat dipantau secara berkala melalui kanal resmi PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan Pemprov DKI Jakarta.

Koordinasi lintas instansi terus berjalan untuk memantau pemutakhiran kondisi di lapangan.

Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh pembaruan data akan dibuka secara transparan kepada publik.

"Jakarta tetap beraktivitas seperti biasa dengan kewaspadaan yang proporsional. Ikuti informasi resmi, lindungi diri dan keluarga, tetap tenang, tetap waspada," imbuh Marulitua.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau, 459 Penerbangan Terdampak Penutupan 3 Bandara Utama

 

EDITOR: Bayu Putra