← Beranda
Cerita Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Kembangkan Usaha Pakai Pembiayaan Modal
Ryandi ZahdomoJumat, 4 September 2026 | 18.06 WIB
Wagub DKI Rano Karno menyaksikan penandatanganan akad kredit massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati. (Istimewa)

JawaPos.com - Aktivitas perputaran barang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kini makin menggeliat. 

Dukungan permodalan dari Program Pembiayaan Pedagang Pasar Bank Jakarta mendorong para pelaku usaha mikro memperluas perputaran dagang hingga mengamankan kepastian tempat usaha jangka panjang.

Kisah manis ini dirasakan langsung oleh Rosmani Sitohang, pedagang bawang merah yang telah berjualan sejak 2015. Setelah menerima suntikan modal sebesar Rp108 juta dari Bank Jakarta, perputaran usahanya melonjak tajam hingga mampu melipatgandakan keuntungan.

"Program pembiayaan pedagang pasar ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya. Keuntungannya sekarang bisa sampai empat kali lipat," ujar Rosmani saat ditemui pada acara Akad Massal Program Pembiayaan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati.

Baca Juga: Wasit Muda Indonesia Siap Tembus Piala Dunia Lewat Jalur Spesial Ini

Strategi Amankan Kios hingga 20 Tahun

Dampak positif permodalan ini tak hanya dirasakan pedagang komoditas harian. Ika Tiara, pedagang sembako di pasar yang sama, memanfaatkan fasilitas kredit tersebut untuk kepastian usahanya. 

Setelah mengantongi pembiayaan bertahap sebesar Rp500 juta dan Rp400 juta, Ika memilih mengalokasikannya untuk sewa tempat jangka panjang.

Baca Juga: Pameran Pernikahan Bridestory Market 2026 Hadir di ICE BSD, Lebih dari 420 Vendor Partisipasi

Langkah tersebut diambil guna membayar sewa kios hingga 20 tahun ke depan. Menurutnya, kepastian tempat berdagang menjadi fondasi utama agar ia bisa lebih fokus memperbesar skala bisnisnya tanpa dibayangi kekhawatiran masa sewa.

"Sebelumnya saya sudah mendapat pembiayaan Rp500 juta, kemudian terakhir Rp400 juta. Usaha saya terus meningkat setelah mendapatkan pembiayaan dari Bank Jakarta," tuturnya.

 

Pemprov DKI Kucurkan Rp48 Miliar untuk Pedagang

Dukungan terhadap keberlanjutan UMKM ini disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Ia hadir memantau penandatanganan Akad Kredit Massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati. 

Fasilitas yang disalurkan mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Non-KUR dengan plafon hingga Rp500 juta.

Rano menegaskan pentingnya akses permodalan yang formal dan terjangkau untuk menjaga daya tahan ekonomi kerakyatan. Kolaborasi antara Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya dinilai menjadi langkah nyata dalam menyokong rantai distribusi pangan regional.

Dari total lebih dari 5.000 pelaku usaha di Pasar Induk Kramat Jati, Bank Jakarta tercatat telah menyalurkan pembiayaan kepada 167 pedagang dengan nilai akumulasi mencapai sekitar Rp48 miliar.

Baca Juga: 3 Eks Pejabat Kemenag Ngaku Tak Pernah Diperintah Korupsi Kuota Haji

Pentingnya Literasi Keuangan bagi UMKM

Meski akses permodalan makin terbuka lebar, Pemprov DKI mengingatkan agar kucuran dana segar ini diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang terstruktur. Pembinaan manajemen dinilai krusial agar pedagang tidak terjebak dalam pengelolaan arus kas yang salah.

"Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain," tegas Rano.

EDITOR: Bintang Pradewo