← Beranda
Ditinggal Pengelola Usai Viral, Polisi Selidiki Dugaan Loker Bodong di Pasar Minggu
Ryandi ZahdomoJumat, 4 September 2026 | 00.45 WIB
Sebuah ruko berlantai tiga di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mendadak sepi usai viral diduga melakukan penipuan loker bodong, Kamis (3/9). (Istimewa)

JawaPos.com - Sebuah ruko berlantai tiga di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mendadak sepi dan ditinggal pengelolanya dalam kondisi tergembok rapat pada Kamis (3/9).

Bangunan yang merupakan kantor PT Estu Sae Sukses Anugerah tersebut diduga menjadi lokasi praktik penipuan lowongan kerja (loker) bodong yang tengah viral di media sosial.

Aktivitas perkantoran yang sebelumnya selalu dipadati para pencari kerja kini sepi. Para karyawan perusahaan tersebut kabarnya telah mengangkut dan memindahkan barang-barang mereka secara diam-diam sejak Senin malam.

Baca Juga: Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Minta Balita hingga Lansia Pakai Masker

Modus Jaminan Uang dan Janji Manis Gaji Rp5,2 Juta

Meski telah sepi, sejumlah korban masih berdatangan. Salah satunya Andika, warga Depok yang bermaksud melamar posisi petugas keamanan (security).

Ia mengaku telah menyerahkan uang tunai sebesar Rp1.900.000 kepada pihak HRD dan seorang pria bernama John.

Penyerahan uang tersebut diiringi iming-iming penempatan kerja di dekat tempat tinggal serta gaji Rp5,2 juta per bulan. Namun, janji manis itu tidak pernah terwujud.

"Kalau uang Rp 1,9 juta itu, sebenarnya awalnya itu yang satu jutanya untuk jaminan. Kalau untuk yang Rp 900.000, itu katanya dana operasional. Setelah hitungannya kita dapat pekerjaan, nanti yang satu bulan atau dua bulan dalam pekerjaan kita hitungannya selama training, itu selama dua bulan training, itu satu jutanya nanti dikembalikan dan 900-nya nggak dikembalikan untuk dana operasional," ujar Andika.

Baca Juga: Anjal Ganggu Peziarah Kawasan Religi, Ini Strategi Wali Kota Surabaya Buat Mengatasinya

Korban Berdatangan dari Luar Daerah

Dugaan praktik penipuan ini diperkuat oleh kesaksian warga di sekitar lokasi. Soni, seorang pedagang soto yang berjualan tepat di depan ruko, mengungkapkan bahwa kantor tersebut sudah beroperasi selama tujuh bulan dan selalu ramai dikunjungi pelamar dari berbagai wilayah.

Menurut Soni, para korban tidak hanya berasal dari area Jabodetabek, tetapi ada pula yang datang jauh-jauh dari luar pulau seperti Medan.

"Kalau ngerasa curiga, curiga. Kasihan orang jauh-jauh nyampai sini dimintain duit mau kerja. Ada yang dari Medan di sini jauh-jauh, banyak daerah, seluruh Jakarta. Ada yang rugi Rp1,8 juta, Rp 1,9 juta, ada yang sejuta, Rp 300.000, Rp 100.000, Rp 50.000, banyak," kata Soni.

Polisi Turun Tangan dan Periksa Keterangan Awal Korban

Merespons keresahan warga yang ramai di media sosial, jajaran Polsek Pasar Minggu langsung mendatangi dan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). Meskipun belum ada laporan polisi (LP) resmi yang diterbitkan, pihak kepolisian mengambil langkah proaktif untuk mengusut kasus ini.

Baca Juga: Milan Ristovski Nyaman di Indonesia, Striker Bhayangkara FC Siap Tunjukkan Ketajamannya

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Theodorus Echal, menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti di lokasi dan meminta keterangan awal dari empat orang korban.

"Kami sudah ke TKP, sudah mengumpulkan bukti-bukti di sana, dan juga kemarin kami sudah membawa empat orang calon korban yang di mana karena belum ada LP, kami mengambil keterangan awalnya dulu di Polsek Pasar Minggu. Di sini ada kerugian-kerugian yang variatif Ibu. Variatif di mana variatif itu ada yang Rp 1,9 (juta), ada yang Rp 1,8 (juta), dan bahkan juga ada sebagai ada uang jaminan atau tanda jadi sebesar Rp 50.000," terang Theo.

Saat ini, Polsek Pasar Minggu masih melanjutkan proses penyelidikan serta berkoordinasi dengan pengurus RT/RW setempat guna melacak keberadaan pengelola PT Estu Sae Sukses Anugerah.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat agar selalu waspada terhadap seluruh bentuk penawaran pekerjaan yang mewajibkan pembayaran di awal.

"Janganlah pernah percaya terhadap bujuk rayu yang menjanjikan suatu pekerjaan dengan mengeluarkan uang sebagai tanda jadi. Kami terbuka lebar untuk para korban, silakan datang kemari untuk koordinasi," imbuh Theo.

EDITOR: Bintang Pradewo