← Beranda
Sindikat Ganjal ATM di Jakbar Kuras Rekening Korban Rp 205 Juta Pakai Tusuk Gigi
Ryandi ZahdomoRabu, 2 September 2026 | 17.12 WIB
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombespol Nasriadi. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Barat membongkar sindikat pencurian bermodus ganjal kartu ATM menggunakan tusuk gigi yang mengincar para nasabah perbankan. 

Dalam aksi kejahatan ini, para pelaku berhasil menggasak uang korban hingga mencapai Rp 205 juta.

Empat orang tersangka yakni FR, AP, AF, dan TH telah ditangkap aparat kepolisian. Para pelaku membagi peran secara rapi.

Mulai dari mengganjal mesin, menukar kartu asli korban dengan kartu palsu, hingga mengintip nomor PIN.

Baca Juga: Niat Kuras ATM Pakai Alat Las Gagal, Satu Keluarga di Cengkareng Malah Gasak Rokok Minimarket

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombespol Nasriadi menuturkan, para tersangka beroperasi secara berkelompok di lokasi target.

"Jadi si tersangka ini sudah sindikat. Ada yang memantau dari luar dan ada juga yang sudah standby di ATM dua orang," ujar Nasriadi, Selasa (1/9).

Aksi berawal saat pelaku mengganjal lubang mesin menggunakan tusuk gigi agar kartu nasabah tersangkut. 

Ketika korban panik, pelaku berpura-pura menawarkan bantuan lalu secara cekatan menukar kartu ATM asli korban dengan kartu palsu yang disiapkan.

Di saat bersamaan, anggota sindikat lainnya mengawasi dari dekat untuk menghafal nomor PIN yang diketikkan korban. 

Baca Juga: ATM Samsat QRIS Hadir di Lima UPTB Surabaya, Dekatkan Layanan Pajak

Setelah menguasai kartu asli dan PIN, para pelaku langsung berpindah ke lokasi mesin ATM lain untuk menguras habis isi rekening korban.

"Ketika mereka sudah menguasai ATM yang asli, kemudian sudah diketahui oleh PIN-nya, maka meeka akan pergi ke ATM yang lain untuk menguras uang yang ada di ATM si korban tersebut," jelas Nasriadi.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 53 kartu ATM, dua tusuk gigi, amplas, lima unit ponsel, serta KTP.

Saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya lokasi dan korban lain.

Peran Terbagi Rapi dan Belajar Otodidak

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung menjelaskan, pembagian tugas keempat tersangka membuat aksi penipuan berlangsung sangat cepat. 

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Selidiki Dugaan Pungli Surat Keterangan Kecelakaan di Colombo

Satu pelaku bertugas mendekati korban untuk menukar kartu, pelaku lain menghafalkan PIN, satu orang memantau situasi sekitar, dan seorang driver siap melarikan diri.

Berdasarkan hasil penyidikan awal atas laporan polisi pada Februari 2026, para pelaku mengaku mempelajari trik kejahatan ini secara mandiri tanpa latar belakang pekerja bank.

"Jadi kami sudah cek, dari intriknya belum pernah dari bank, jadi mungkin belajar secara otodidak," kata Arfan.

Masyarakat disarankan untuk tidak menyerahkan kartu ATM kepada siapa pun dan segera meminta bantuan kepada petugas keamanan (security) resmi atau pihak bank terdekat jika mengalami kendala teknis.

Baca Juga: Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tangkap Kurir 399 Gram Sabu-sabu, Bandar Diburu

EDITOR: Bayu Putra