← Beranda
Gubernur Pramono Anung Melayat Lansia Korban Tewas Kerusuhan Pejompongan
Ryandi ZahdomoSabtu, 29 Agustus 2026 | 03.31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat ke rumah Bambang Setiawan, korban kericuhan Pejompongan di Tanah Abang, Jumat (28/8). (Istimewa)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat ke rumah duka Bambang Setiawan, 59, korban tewas akibat pengeroyokan oleh kelompok tak dikenal di bantaran rel kereta api Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (28/8) malam. 

Kedatangan orang nomor satu di Jakarta itu berlangsung singkat tanpa memberi keterangan sedikit pun kepada media.

Pramono tiba di rumah duka sekitar pukul 18.30 WIB didampingi Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin.

Selama sekitar 30 menit berada di rumah duka, ia menyampaikan dukungan moril secara langsung kepada keluarga korban.

Baca Juga: Lansia Tewas Korban Kerusuhan di Pejompongan Jakpus Sempat Dibawa ke RS Mintohardjo

Kunjungan Pramono tak hanya tertuju pada kediaman mendiang Bambang, lansia yang berprofesi sebagai pedagang cermin tersebut.

Di gang yang sama, ia juga menyempatkan diri menjenguk Faturrohman, 18, seorang pelajar yang mengalami luka serius akibat menjadi korban kekerasan, seperti Bambang.

Usai merampungkan kunjungannya ke rumah keluarga korban, Pramono enggan memberikan pernyataan resmi. Ia langsung bergegas masuk ke dalam mobil dinasnya dan meninggalkan lokasi.

Tak lama setelah kepulangan Gubernur DKI Jakarta, ambulans langsung mengevakuasi Faturrohman yang menderita luka lebam ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis intensif.

Kesaksian Ketua RT: Pelaku Asal Comot Warga

Peristiwa memilukan ini merupakan imbas dari kericuhan yang pecah di Jalan Pejompongan pada Kamis malam pasca-aksi demonstrasi 27 Agustus di depan gedung DPR RI.

Baca Juga: Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur

Dua warga kawasan Pejompongan, Bendungan Hilir, menjadi korban salah sasaran penganiayaan oleh kelompok tidak dikenal.

Ketua RT 02 RW 06 Benhil, Aban Sobandi, menegaskan bahwa warganya sama sekali tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Kedua korban berada di lokasi semata-mata untuk menjaga ketertiban lingkungan tempat tinggal mereka saat situasi memanas.

Aban menyebut aksi penganiayaan tersebut sangat tidak manusiawi dan dilakukan secara acak oleh kelompok tak dikenal, bukan oleh pihak kepolisian.

"Main comot aja yang dapat siapa aja. Padahal itu enggak ikutan demo. Warga sini enggak ada yang ikut-ikutan demo," tegas Aban.

Baca Juga: Kericuhan di Pejompongan Makan Korban, Pedagang Cermin Tewas Usai Dikeroyok Orang Tak Dikenal

 

EDITOR: Bayu Putra